Keren! Siswa Bandung Ini Jadi Anggota Parlemen Remaja DPR RI

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 13:58 WIB
Siswa Bandung ini menjadi perwakilan parlemen remaja di DPR ri
iswa Bandung ini menjadi perwakilan parlemen remaja di DPR RI (Foto: Istimewa) S
Bandung -

Muhamad Russel Anggalaksana (18), siswa SMA Negeri 5 Bandung terpilih menjadi salah satu dari ribuan peserta parlemen remaja yang diadakan DPR RI. Parlemen Remaja ini merupakan event tahunan yang diadakan Sekretarian Jenderal DPR.

Russel menceritakan, awalnya ia hanya melihat kegiatan Parlemen Remaja di tahun-tahun sebelumnya. Hingga akhirnya, di tahun 2020 ini ia mantapkan untuk mendaftar menjadi salah satu Parlemen Remaja.

"Dengan optimis, saya mengikuti seleksi yang cukup berat, dari seleksi CV, esai, dan video. Hingga tiba waktu pengumuman, sebuah rasa syukur sekaligus kebanggaan, dengan total jumlah pendaftar mencapai 6.257 orang, nama saya masuk dalam 134 putra putra terpilih seluruh Indonesia dan mewakili daerah pemilihan Jawa Barat 1," kata Russel saat dihubungi beberapa saat lalu.

Jauh sebelum mendaftarkan diri, ia mengaku sempat mengalami tindakan penolakan dari orang-orang sekitarnya untuk mendaftar Parlemen Remaja. Namun ejekan dan penolakan itu Russel jadikan sebagai motivasi.

"Saya ingin mematahkan stigma banyak orang akan sulitnya memenangkan kompetisi ini, bahkan tak sedikit orang tidak menyarankan saya untuk ikut dengan dalih hanya sekadar buang-buang waktu saja dan kemungkinan lolosnya pun sangat kecil. Hal tersebut yang memacu semangat saya untuk membuktikan apabila usaha tidak akan mengkhianati hasil," ujarnya.

Benar saja, akhirnya ia lolos menjadi perwakilan Parlemen Remaja di Jawa Barat. Dia mengatakan, setelah bergabung dalam Parlemen Remaja, ia mendapatkan banyak kegiatan seperti menjadi pembicara di berbagai media, mengikuti rapat Paripurna DPRD Jabar, hingga bertemu Wakil Gubernur Jabar.

"Banyak rencana ke depan yang ingin saya lakukan terkait implementasi dari kegiatan ini, khususnya mengedukasi generasi muda menyikapi demokrasi dan politik di Indonesia," katanya.

Russel mengatakan, secara umum tugasnya adalah untuk merubah stigma negatif kaum milenial tentang politik dan demokrasi. Karena, katanya, banyak fenomena yang menunjukkan bahwa kaum milenial ini menjadi apatis dan memilih menghindari pembahasan politik dan demokrasi di Indonesia.

"Lebih parah, banyak generasi muda yang sudah terpengaruh akan dinamika demokrasi yang salah hingga tak heran, banyak ditemukan anak di bawah umur ikut berdemo, mendukung dan menentang keberadaan suatu pihak hanya karena diajak/disuruh tanpa memahami yang sebenarnya terjadi," ungkapnya.

Dia berharap, setelah menjadi Parlemen Remaja, ia dapat merubah pandangan generasi muda mengenai perpolitikan di Indonesia khususnya Jawa Barat. "Melalui pengalaman saya dalam Parlemen Remaja, harapan saya dapat membentuk sebuah media pendidikan demokrasi untuk generasi muda agar tidak ada lagi kesalahan pandangan terkait demokrasi di Indonesia hanya karena munculnya stigma buruk yang mengakar," pungkasnya.

(mud/mud)