Polemik Keraton, Ahli Waris Alexander Mangkir dari Pemanggilan PN Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 14:20 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: ilustrasi (Ari Saputra/detikcom).
Cirebon -

Pengadilan Negeri (PN) Cirebon memanggil ahli waris Sultan Sepuh XI Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad dan Sultan Sepuh XII Alexander Radja Radjaningrat. Pemanggilan kedua belah pihak tersebut merupakan babak baru dari polemik ahli waris Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.

PN Cirebon melakukan aanmaning, atau pemberian peringatan terhadap termohon yaitu Alexander terkait permohonan eksekusi putusan pengadilan tahun 1958 tentang penolakan forum previlegiatum Alexander. Surat putusan itu bernomor 82/1958/Pn.Tjn juncto nomor 279/1963 PT.Pdt juncto nomor K/Sip/1964.

Ahli waris Alexander mangkir dari teguran PN Cirebon pada Rabu (25/11) kemarin. "Ya waktu aanmaning kemarin dari pihak termohon tidak ada yang hadir. Jadi, nanti akan dilakukan aanmaning lagi," kata Humas PN Cirebon Asyrotun saat dihubungi detikcom, Kamis (26/11/2020).

Asyrotun mengatakan beberapa pekan lalu PN Cirebon telah melayangkan surat pemanggilan aanmaning yang ditujukan ke Keraton Kasepuhan Cirebon. "Siapa pun yang hadir di sini (PN Cirebon), tentu harus membawa bukti secara formal. Bahwa dia seorang ahli waris (termohon). Entah itu kuasa harus dibuktikan. Kita lakukan sesuai prosedur perkara perdata," kata Asyrotun.

Lebih lanjut, Asyrotun mengatakan sebelumnya PN Cirebon telah melakukan aanmaning pada 1965-1966, beberapa tahun setelah PN Cirebon memutuskan penolakan forum previlegiatum Alexander. "Dalam berkasnya itu sudah pernah aanmaning pada 23 Januari 1965 dan 18 Maret 1966. Karena permohonan eksekusi ini mulai lagi, maka kami melakukan aanmaning lagi. Memang tidak ada ketentuan berapa kali aanmaning, tapi bukan berati berkali-kali juga," kata Asyrotun.

Sementara itu, Erdi Soemantri selaku kuasa hukum pemohon Raden Rahardjo Djali sebagai ahli waris Sultan Sepuh XI mengatakan seluruh ahli waris dari pemohon hadir. "Kami hadir, termohon tidak hadir. Ketidakhadirannya (termohon) dapat dilihat bagaimana penghargaan termohon terhadap lembaga peradilan. Selanjutnya nanti akan dilakukan aanmaning kedua" kata Erdi.

Diberitakan sebelumnya, babak awal polemik itu dimulai sejak 1958. Saat itu, enam keturunan Sultan Sepuh XI Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin menolak jabatan Sultan XII yang diserahkan kepada Alexander Radja Radjaningrat. Ada enam nama yang menggugat Alexander. Dua di antaranya yakni Ratu Mas Shopie Djohariah dan Ratu Mas Dolly Manawijah. Keduanya anak dari Sultan Sepuh XI saat menikahi Nji Mas Rukjah, yang wafat pada 1979.

Sekadar diketahui, Sultan Sepuh XI menikahi Nyi Mas Rukjah setelah istri pertamanya, yakni Raden Aju Radjapamerat wafat pada 1922. Ahli waris Sultan Sepuh XI itu memenangkan gugat tersebut. Pengadilan menolak forum previlegiatum Alexander. Surat putusan itu bernomor 82/1958/Pn.Tjn juncto nomor 279/1963 PT.Pdt juncto nomor K/Sip/1964.

Simak juga video 'Pria Ini Segel Keraton Kasepuhan, Ngaku Keturunan Sultan':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)