Polemik Ahli Waris Keraton Kasepuhan, PN Cirebon Lakukan Aanmaning

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 14:19 WIB
Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kasepuhan Cirebon (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Polemik ahli waris antara klan Sultan Sepuh XI dan Sultan Sepuh XII Keraton Kasepuhan Cirebon memulai babak baru. Pengadilan Negeri (PN) Cirebon memanggil para ahli waris dari dua pihak tersebut.

Pemanggilan seluruh ahli waris tersebut berkaitan permohonan eksekusi putusan pengadilan tahun 1958 tentang penolakan forum previlegiatum Alexander, yang saat itu mengaku sebagai Sultan Sepuh XII Keraton Kasepuhan. Surat putusan itu bernomor 82/1958/Pn.Tjn juncto nomor 279/1963 PT.Pdt juncto nomor K/Sip/1964.

Humas PN Cirebon Asyrotun mengatakan PN Cirebon saat ini telah melakukan aanmaning atau pemberian peringatan terhadap termohon.

"Jadi terkait eksekusi perkara dimaksud sudah dilakukan telaah oleh kepaniteraan perdata dan juga tim telaah. Selanjutnya dilakukan aanmaning. Yang dimaksud aanmaning ini adalah suatu peringatan kepada pihak termohon eksekusi untuk melaksanakan putusan," kata Asyrotun kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Selasa (24/11/2020).

Asyrotun mengatakan PN Cirebon telah melayangkan surat pemanggilan terhadap ahli waris Alexander. "Panggilan termohon untuk hadir pada 25 November (besok). Teknisnya termohon dipanggil menghadap ke ketua PN Cirebon, untuk diberikan peringatan supaya melaksanakan putusan secara sukarela," kata Asyrotun.

Lebih lanjut, Asyrotun mengatakan, untuk tahapan selanjutnya menunggu dari hasil aanmaning. Seperti diberitakan sebelumnya, babak awal polemik itu dimulai sejak 1958. Saat itu, enam keturunan Sultan Sepuh XI Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin menolak jabatan Sultan XII yang diserahkan kepada Alexander Radja Radjaningrat.

Selanjutnya
Halaman
1 2