Cegah Corona, Pemkot Bandung Awasi Ketat Sektor yang Sudah Direlaksasi

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 13:12 WIB
Sekda Bandung Ema Sumarna.
Foto: Sekretaris Daerah Bandung Ema Sumarna (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah sektor usaha dan kegiatan yang telah direlaksasi atau kembali diizinkan beroperasi di tengah pandemi COVID-19. Hal itu dilakukan seiring meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Bandung..

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (26/11/2020), di laman Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, jumlah kasus kumulatif mencapai 3.185. Rinciannya positif aktif 623, pasien sembuh 2.451 dan meninggal dunia masih di angka 111.

Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung menerjunkan petugas ke sektor usaha dan bisnis yang sudah dilakukan relaksasi.

"Terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah direlaksasi, itu dilakukan evaluasi. Dinas Perdagangan sudah diterjunkan 12 tim, untuk melihat aktivitas, misalnya relaksasi mal dan toko modern khususnya jam operasional," kata Sekda Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota Bandung.

Ema juga memerintahkan, kepada Tim Gugus Tugas COVID-19 yang ada di kecamatan agar menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya masing-masing.

"Kalau mereka belum sadar jam operasional, belum tutup, paksa tutup. Camat punya kewenangan itu, jangan memberikan ruang dengan kebijakan yang permisif. Sekarang ini hukum harus menjadi panglima, kita hargai regulasi itu, kita lakukan secara tegas," ungkapnya.

Ema menyebut, aturan jangan menjadi hiasan dan harus ditegakkan. "Kan ruang relaksasi sudah diberikan, sekarang yang dituntut oleh kita adalah konsisten terhadap kebijakan tersebut. Jangan jadi hanya hiasan," ujarnya.

Ema memint masyarakat jangan hanya ingin diingatkan saja. Tapi harus juga sadar dengan protokol kesehatan.

"Aturan main gini, ternyata dilanggar di lapangan. Ini paling utama adalah selain pengawasan dioptimalkan, saya sering bicara kesadaran. Ini hampir sudah 10 bulan hadapi masa seperti ini, masa mereka tidak paham," ujar Ema.

Tak hanya di sektor bisnis, pihaknya juga akan memantau tempat hiburan malam. Jangan sampai, terjadi kerumunan dan melebihi kapasitas 50 persen.

"Begitupun kepariwisataan, kafe dan restoran, itu 50 persen, enggak boleh lebih. Karaoke kalau jam 12 (malam tutup) ya jam 12, jangan lagi mereka cari alasan-alasan lain," paparnya.

Ema mengimbau, jika masih ada yang melanggar. Pihaknya, tidak akan segan memberikan tindakan tegas.

"Kalau kondisi ini terus meningkat, bisa saja kita usulkan revisi Perwal untuk mengurangi jam operasional, atau yang melanggar dicabut izin kegaiatannya. Kalau membandel, bisa saja dicabut izin usahanya," ujarnya.

Tonton video 'Kasus Corona di Dunia Tembus 60 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)