Kasus 'Bola' Sabu Rp 480 Miliar di Sukabumi Mulai Disidang

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 09:32 WIB
Barang bukti ratusan kilogram sabu-sabu yang disita polisi di Sukabumi
Barang bukti ratusan kilogram sabu-sabu yang disita polisi di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mulai menyidangkan kasus penyelundupan 'bola' sabu senilai Rp 480 miliar. Sidang dilakukan secara online dan digelar di tiga tempat masing-masing Lapas Warungkiara, Pengadilan Negeri Cibadak dan Kejari Kabupaten Sukabumi.

Dihubungi detikcom, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Sukabumi Dista Anggara mengatakan sidang online tersebut digelar secara terbuka dan ditayangkan di kanal YouTube pada Rabu (25/11).

"Kami gelar secara terbuka dan bisa dilihat di kanal YouTube, agar masyarakat bisa menyaksikan langsung. Kita lakukan virtual mengingat masa pandemi yang mengharuskan setiap tahapan sidang mematuhi protokol kesehatan," kata Dista kepada detikcom, Kamis (26/11/2020).

Pada sidang kemarin, Dista menyebut ada 13 terdakwa yang mengikuti persidangan secara maraton. Berkas mereka displit menjadi 7, dengan masing-masing tersangka menjalani sidang sesuai dengan perbuatannya.

"Dibagi menjadi 7 berkas kita split, yang pertama tiga orang, lalu dua orang, empat orang. Untuk tiga orang asing semuanya satu-satu jadi keseluruhan ada 13 orang, Kejaksaan RI menugaskan 20 Jaksa Penuntut Umum untuk perkara narkotik asal Iran - Pakistan ini. Agenda kemarin itu pembacaan dakwaan," tutur Dista.

Untuk berkas terdakwa pada perkara Hossein Salari Rashid dkk yang melanggar Primair Pasal 114 ayat(2) Jo 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, lebih subsider Pasal 115 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk perkara Atefeh Nohtani dan Mahmoud Salari Rasid digabungkan dengan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang menjadi satu dakwaan.

Persidangan dihadiri majelis hakim masing-masing Slamet Suryono, M Zulqrnain, Agustinus, Lisa Fatmasati, dan Rays Hidayat. "Secara keseluruhan sidang berjalan dengan lancar, para terdakwa mengerti atas dakwaan yang diajukan JPU, dan tidak mengajukan eksepsi. Sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2020," tutur Dista.

(sya/bbn)