DPR Soal Pengungkapan 'Bola' Sabu 402 Kg: Polri Tetap Fokus di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 03:43 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni diperiksa penyidik KPK selama dua jam. Crazy Rich Tanjung Priok itu tersenyum saat meninggalkan gedung KPK.
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta -

Pimpinan Komisi III DPR mengapresiasi kinerja dari Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Bareskrim Polri yang mengungkap 'bola' sabu seberat 402 kg. Pengungkapan itu menandakan Polri tetap fokus bekerja di tengah masa pandemi virus Corona.

"Penangkapan ini kembali membuktikan bahwa Polri tetap fokus dan tidak pernah lengah dalam memberantas predaran dan penyalahan narkoba, meskipun negara lagi sibuk menghadapi pandemi Covid-19," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Jumat (6/6/2020).

Menurut Sahroni, kerja Polri sangat bagus dalam satu bulan terakhir. Mereka mengungkap peredaran narkoba dengan jumlah yang tingi.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja Polri, Khususnya Satgasus Merah Putih yang telah berhasil mengungkap dua kasus besar sindikat narkoba internasional dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sebelumnya Polri berhasil mengungkap hampir satu ton sabu, sekarang 402 Kilogram. Sungguh luar biasa kinerja Satgassus kita ini," katanya.

Sebelumnya, Satgasus 'Merah Putih' Bareskrim Polri menggerebek sebuah rumah di kawasan elit Kabupaten Sukabumi. Ratusan kilogram sabu disita dari penggerebekan tersebut.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut ada keterlibatan sindikat narkoba internasional berkaitan pengungkapan kasus 402 kilogram sabu senilai Rp 480 miliar di Sukabumi. Sabu dari Iran itu masuk ke Sukabumi melalui jalur laut usai transaksi dalam kapal di tengah perairan Samudera Hindia.

Selain mengamankan barang bukti berupa 402 kilogram sabu asal Iran, tim Satgassus Merah Putih juga berhasil menangkap enam pelaku yang berinisial BK, I, S, NH, R, dan YF.

"Transaksi ship to ship, dari kapal di pelabuhan internasional dipindahkan menggunakan kapal nelayan masuk ke jalur pantai. Kita dapati dan buntuti, mereka masuk di jalur di Palabuhanratu, Sukabumi," ujar Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kamis (4/6).

(aik/aik)