Debat Pilkada Serang

Nasrul-Eki Serang Tatu-Panji soal Pembuatan Kalender Miliaran Rupiah

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 22:25 WIB
Debat Kedua Pilkada Serang.s
Foto: Debat Kedua Pilkada Serang (Istimewa).
Serang -

Debat Pilkada Serang 2020 memanas begitu pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki menanyakan soal pembuatan kalender di akhir masa jabatan calon petahana Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa. Apalagi, kalender yang dicetak hanya bergambar bupati Tatu dan dianggap menghabiskan miliaran rupiah.

"Di 2020 OPD (organisasi perangkat daerah) lagi gencar-gencarnya membuat kalender bisa mencapai miliaran rupiah, kalau tidak salah Rp 2 miliar ke atas. Pertanyaan saya apa implikasi kalender di tahun ini dengan foto bupati sedangkan di tahun sebelumnya tidak dilaksanakan," tanya calon wakil bupati Eki dalam sesi pertanyaan ke wakil bupati Pandji, Rabu (25/11/2020).

Pandji merasa bahwa pembuatan kalender itu tidak ada salahnya. Setiap tahun dinas katanya selalu membuat kalender bahkan dari 2010 dan 2015. Pembuatan kalender juga bagian dari sosialisasi, dan foto bupati di kalender adalah foto bupati yang menjabat.

"Kemari nada isu dalam tanda petik digoreng jadi bagian kampanye. Saya rasa tidak ada kampanye di situ, itu sosialisasi pejabat bupati eksisting. Kami melihat itu bukan salah satu pemborosan anggaran, tidak miliaran. Jadi wajar hal biasa sosialisasi bupati eksisting setiap tahun bukan hanya Pilkada saja," ujar Pandji.

Namun, Eki menganggap bahwa itu pemborosan. Ia juga mendengar bahwa ada dinas yang tidak menganggarkan pembuatan kalender di 2020 namun kemudian tetap diberi anggaran oleh Pemda agar tetap mencetak kalender bergambar bupati.

"Saya sih kalau jadi wakil bupati, kalau menghabiskan anggaran tiap tahun di atas 2 miliar saya rasa coret untuk pengangguran hanya sebata kalender. Dengan dana miliaran rupiah, kami ingin mem prioritaskan guru honorer, kupon pupuk, tunjangan marbot dan lain lagi," ujarnya.

Pandji membantah lagi khususnya soal ada dinas yang tidak mengajukan anggaran kalender. Ia menegaskan kalender bupati semata-mata untuk publikasi dan bagian dari program.

"Bagian publikasi dari program itu sendiri," tegasnya.

(bri/mso)