Berstatus Zona Merah, Pemkab Tasikmalaya Akan Berlakukan PSBM

Deden Rahadian - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 11:22 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Zona merah penyebaran Covid-19 disandang Kabupaten Tasikmalaya pertengahan November ini. Angka kenaikan pasien Covid-19 cukup drastis, mencapai 391 orang dengan 44 orang masih jalani perawatan dan isolasi mandiri.

Bahkan, seorang dokter bernama Lutfi Nurzaman wafat akibat terpapar Covid -19. Empat orang ASN Di LingkungaN BKPSDM, dinas Pendidikan dan Sopir bus Setda terpapar Covid-19.

"Ada tenaga medis yang wafat terpapar Covid-19. Beliau seorang dokter yang juga relawan Covid-19. Almarhum sudah kerja keras untuk penanganan Covid 19 di Kabupaten Tasikmalaya. Saya menghormati jasa jasa beliau," kata Mohammad Zen, Ketua Harian Satgas Covid-19, Kabupaten Tasikmalaya, selasa (24/11/2020)

"Empat ASN juga positif Covid 19. Di Dinas BPKSDM dan Dinas kesehatan juga sopir Bus setda,"tambah Zen.

Lanjut dia, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya tengah dalam kondisi resiko tinggi. Satgas sudah menyiapkan beberapa langkah untuk menekan penyebaran virus ini.

Selain mengidentifikasi titik atau kecamatan mana yang termasuk rawan penyebaran, pihaknya juga gencar lagi melakukan operasi yustisi. Dalam waktu dekat, di wilayah tersebut akan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

"Berdasarkan laporan, ada sekitar 34 titik di Kabupaten ini yang memang rawan tinggi. Ke 34 titik ini berada di 20 Kecamatan, " ucap Zen, Senin.

"Kalau hanya satu misalnya kasusnya, terus tracking sudah dilakukan dan hasilnya negative mungkin PSBMK tidak diterapkan disana, " kata Zen

Terkait temuan ASN yang tepapar Covid-19, maka proses Swab Masal dilakukan di tempat kantor pasien.

"Swab Masal Juga dilakukan yah karena ada ASN Positif."Pungkas Zen.

(mud/mud)