Debat Pilkada Pandeglang

Thoni Beberkan Data Kegagalan Pandeglang, Irna: Salah Baca Bro!

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 18:20 WIB
Debat Pilkada Pandeglang.
Foto: Debat Pilkada Padeglang (Istimewa).
Pandeglang -

Debat Pilkada Pandeglang memanas begitu sesi pertanyaan yang diajukan masing-masing pasangan calon. Pasangan Thoni Fatoni Mukson-Miftahul Tamami langsung membeberkan sederet yang ia anggap kegagalan saat masa kepemimpinan Irna Narulita-Tanto Arban.

Thoni membeberkan indeks data bahwa 2019 salah satunya tidak ada satu pun investor masuk ke Pandeglang baik dalam dan luar negeri, RPJMD 2016-2021 tak tercapai, Indeks Pembangunan Manusia rendah, persentase penduduk miskin tertinggi, wisatawan menurun sampai jalan rusak. Ia juga menyebut ada program box bayi yang tak pernah dijalankan padahal itu janji kampanye Irna-Tanto di periode sebelumnya.

"Nol persen tidak didatangi investor karena tidak punya daya Tarik apapun," kata Thoni, Senin (23/11/2020).

Irna membantah semua yang disampaikan Thoni. Menurutnya, yang gagal hanya soal kunjungan wisatawan. IPM menurutnya naik dari 62 jadi 64, angka kemiskinan juga turun, predikat WTP pernah diraih dari BPK bahkan mendapatkan reward. Sedangkan soal tidak adanya investor, makanya di masa terakhir ia merubah RTRW Pandeglang menjadi daerah industri.

"Anda salah baca, bro. Kita memantapkan investasi agar lebih sejahtera. Harapan kita meyakinkan investor dengan kemudahan tadi, mall pelayanan publik," kata Irna menjawab.

Irna sepakat bahwa Pandeglang memang daerah miskin. Tapi, ia tidak menjual kemiskinan dan selama ia bekerja sudah sesuai aturan.

Thoni kemudian membalas bahwa data yang ia sampaikan justru data yang dirilis oleh Bappeda Pandeglang. Menurutnya, IPM yang naik itu karena ada peningkatan dari partisipasi perguruan tinggi. Karena IPM memiliki berbagai variabel yang diukur dari program yang tidak berjalan yang mengakibatkan persoalan.

"Wajar ada stunting, harusnya box bayi dan pemberian nutrisi bisa menghentikan stunting, jadi ini memang tidak dilakukan," ujar Thoni menanggapi.

Namun, tanggapan itu tetap dibantah Irna. Menurutnya, data indeks yang disebutkan penantangnya hanya satu yang gagal yaitu pariwisata. Itu pun gagal karena ada pandemi dan rentetan bencana tsunami.

"Petahan bicara data bukan hanya mimpi. Jadi dari indeks kinerja utama hanya wisatawan yang menurun, target kami 5 juta yang datang 2 juta karena gempa tsunami dan Covid," tegasnya.

(bri/mso)