Debat Pilkada Pandeglang

Thoni-Imat Ungkap Jalan Rusak di Pandeglang, Irna-Tanto Bicara Pencapaian

Bahtiar Rifa - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 15:53 WIB
Pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut KPU Pandeglang menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Irna Narulita-Tanto Warsono Arban mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan Thoni Fathhoni Mukson-Miftahul Tamamy mendapat nomor urut 2.
Foto: Pilkada Pandeglang (dok.KPU Pandeglang).
Pandeglang -

Pasangan calon Irna Nurlita-Tanto Arban dan Thoni Fatoni Mukson-Miftahul Tamami menjalani debat kandidat Pilkada Padeglang 2020 tahap pertama. Dalam debat kedua pasangan calon tersebut saling adu gagasan terkait arah pembangunan Pandeglang ke depan.

Soal gagasan pembaharuan, Thoni-Imat berbicara soal pilar kepemimpinan dan infrastruktur. Soal kepemimpinan, Thoni mengaku akan membuka kolaborasi mulai dari masyarakat sampai pemerintah provinsi dan pusat.

"Sistem pemerintahan untuk memudahkan masyarakat Pandeglang dan proses kepemimpinan Thoni-Imat terbuka transparan dan bisa dipertanggungjawabkan dan ada manfaatnya untuk warga Pandeglang," ujar Thoni, Senin (23/11/2020).

Kedua soal infrastruktur, jalan di Pandeglang katanya hampir 6 ratus kilo rusak parah di 339 desa. Ia sudah turun ke 225 desa dan mendengar soal keluhan ini secara langsung. Ia berjanji setiap tahu akan merampungkan 100 Km jalan.

"Jadi 5 tahun tuntas jalan terbentang. Karena jalan jembatan penting untuk pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Imat menambahkan bahwa sepanjang ia turun ke lapangan warga terus mengeluh soal jalan rusak. Selain itu, soal kesehatan dan pendidikan juga sering dikeluhkan.

"Mereka bicara ke kami, kami tidak dikasih uang pun oleh pemerintah bisa mencari uang sendiri, minimal jalan yang bagus," katanya.

Sementara, Irna-Tanto bicara soal soal Pandeglang berdaya saing, sejahtera. Ada capaian termasuk soal Pandeglang jadi kawasan ekonomi khusus pariwisata.

"Maka dari itu kita periode selanjutnya mengedepankan daya saing daerah agar warga jangan jadi penonton saja dalam semua sektor bisnis," kata Tanto.

Tanto mengatakan bahwa jalan yang rusak bukan 600 Km. Tapi berdasarkan BPS bahwa sudah 230 di antaranya dituntaskan. Jalan desa dan lingkungan dari 1.400 km juta sudah diselesaikan 365 Km di antaranya. Namun karena pandemi, konsentrasi pembangunan dialihkan.

Ditambahkan Irna, periode pertama bukan hanya bicara soal pembangunan tapi juga meningkatkan derajat kehidupan warga. Selama ia memimpin Pandeglang, ada Puskesmas baru dan 36 di antaranya sudah direhabilitasi. Ke depan katanya akan ada rumah sakit baru.

"Jadi kami memiliki daya saing dan dan Pandeglang tidak jadi daerah tertingga. Ini jadi pemicu tidak hanya infrastruktur dasar. Harapan kami di sektor pertanian karena Pandeglang lumbung terbesar," ujar Irna.

(bri/mso)