Debat Pilkada Tangsel

Muhamad-Saraswati Singgung soal Daun Kelor, Azizah-Ruhamaben Ungkap Potensinya

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 21:24 WIB
Nomor urut di Pilkada Tangsel (Foto: dok. KPU Tangsel)
Foto: Nomor urut di Pilkada Tangsel (Foto: dok. KPU Tangsel)
Tangerang Selatan -

Daun kelor menjadi perbincangan hangat dalam debat publik calon wali kota dan wakil wali Kota Tanggerang Selatan. Daun kelor, diyakini memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan.

Sebelum terungkap khasiat daun kelor, paslon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bertanya kepada paslon no urut 2 Siti Nurazizah dan Ruhamaben.

"Ibu sering sampaikan budidaya kelor dikembangan, sedangkan di Tangsel sudah ada ikon adalah anggrek. Apakah akan menggeser anggrek atau gimana?" tanya Muhammad kepada Azizah dalam debat Pilkada Tangsel, Minggu (22/11/2020).

Mendapat pertanyaan itu, Azizah mengungkapkan daun kelor tidak mungkin menghilangkan anggrek.

"Kalau kelor tumbuh bisa menumbuh suburkan anggrek, bahkan kelor sebuah ikon gerakan untuk merespon situasi pandemi COVID-19, tidak hanya memilki nilai ekonomis tapi nilai kesehatan," ungkap Azizah.

Azizah menyebut, daun kelor sendiri dapat meningkatkan gizi keluarga dan meningkatkan imun tubuh.

"Tidak hanya membuat sehat tubuh, tapi membuat sehat saku dan bisa beli anggrek dan bisa memperpanjang ekonomi masyarakat," sebutnya.

Sebagai calon yang mendampingi Azizah di Pilwali ini, Ruhamaben juga memberikan komentar soal daun kelor ini. Menurutnya, kelor bisa jadi produk UMKM.

"Varian kelor sangat luar biasa, kelor bisa menjadikan produk makanan, produk kuliner. Selain dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh mudah juga ditanamnya. Mudah-mudahan dengan banyaknya kelor jadi nilai ekonomi untuk UMKM," tambahnya.

Kembali lagi ke Muhammad, Sekda non aktif Tangsel ini mengamini jika daun kelor bisa meningkatkan imunitas. Namun, penjelasan yang diungkapkan Azizah belum lengkap karena tidak disebutkan seperti apa strategi untuk mengembangkan daun kelor ini.

"Kita juga sependapat kita harus mengembangkan ketahanan pangan, kami juga ingin program Rp 100 juta per RW per tahun untuk ekonomi pangan," ujar Muhammad.

(wip/mso)