Debat Pilkada Tangsel

Ini Kata 3 Paslon soal Keberpihakan Perempuan untuk Pembangunan Tangsel

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 21:14 WIB
Debat Pilkada Tangsel.
Foto: Debat Pilkada Tangsel (Istimewa).
Tangerang Selatan -

Keterlibatan perempuan dan kaum disabilitas jadi sangat penting untuk pembangunan termasuk di Tangerang Selatan (Tangsel). Lalu apa gagasan tiga pasangan calon di Pilkada Tangsel yaitu Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Siti Nur Azizah-Ruhamaben dan pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Pasangan Azizah-Ruhama menawarkan program Rp 100 juta per RW agar warga ikut partisipasi dalam pembangunan. Ini untuk meningkatkan kualitas hidup, lingkungan. Termasuk untuk perempuan dan kelompok disabilitas.

"Salah satu program kami Rp 100 juta per RW per tahun ini untuk mendorong partisipasi masyarakat. Ikut meningkatkan kualitas lingkungan, baik yang perempuan dan masyarakat kota kelompok disabilitas," kata Azizah di Debat Pilkada Tangsel, Minggu (22/11/2020).

Oleh pasangan ini, RT dan RW juga akan diberikan aplikasi untuk memberikan masukan dan terlibat di pembangunan Tangsel ke depan.

Pasangan Benyamin-Pilar menyebut bahwa selama ini Pemkot Tangsel sudah menggunakan skema penerimaan untuk disabilitas dan perempuan khususnya untuk ASN. Termasuk untuk ekonomi kreatif, pelatihan sampai bantuan modal.

"Sudah dilakukan Pemkot Tangsel dan akan ditingkatkan," kata Benyamin.

Sola perempuan dan disabilitas, pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati menyatakan bahwa memiliki janji pemberian modal untuk single mother. Soal keberpihakan disabilitas, justru selama ini Tangsel jadi satu-satunya daerah di Banten belum memiliki sekolah luar bisa.

"Sangat penting memberikan ruang perempuan partisipasi maka pemberian permodalan untuk single mother. Tangsel satu-satunya di Banten belum memiliki SLB itu harus jadi prioritas," ujar Saras soal gagasan tentang perempuan.

(bri/mso)