Simulasi Pilbup Tasikmalaya, KPU Terapkan Protokol Kesehatan

Deden Rahadian - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 21:31 WIB
Simulasi Pilkada di Tasikmalaya
KPU Kabupaten Tasikmalaya menggelar simulasi pemungutan suara. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Jakarta -

KPU Kabupaten Tasikmalaya menggelar simulasi pemungutan suara, penghitungan dan aplikasi Sirekap. Kegiatan berlangsung di Desa Cipakat, Singaparna, Sabtu (21/11/2020).

Proses simulasi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat demi menghindari penyebaran COVID-19. "Ini merupakan perintah KPU untuk menggelar simulasi pemungutan suara," kata Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Jajang Jamaludin di lokasi acara.

Berbeda dari sebelum pandemi, proses simulasi pemungutan suara kali ini wajib menerapkan prokes. Tempat Pemungutan Suara (TPS) disulap lebih memerhatikan prokes.

TPS dilengkapi tempat cuci tangan, alat cek suhu tubuh, sarung tangan plastik hingga penyemprotan disinfektan berkala. Jumlah TPS juga ditambah demi menghindari kerumunan. TPS ditambah 690 buah yang asalnya 3.050 menjadi 3.740. Jumlah pemilih juga dikurangi dari asalnya 800 menjadi 500 per TPS.

"Di TPS agar tidak terjadi kerumunan maka ditambah TPS-nya sebanyak 690 buah. Pemilih juga dikurangi per TPS, maksimal 500 orang," kata Jajang.

Penyelenggara dan pemilih wajib terapkan prokes ketat. Selain gunakan masker dan cuci tangan, pemilih harus jaga jarak serta menggunakan sarung tangan saat melakukan pencoblosan. Sarung tangan baru dibuka saat pencelupan tinta tanda usai memberikan hak pilih.

"Ini kita simulasikan benar-benar penyelenggara dan pemilih terapkan prokes ketat. Semoga pilkada ini nggak jadi klaster COVID- 19," ucap Jajang.

Jelang pencoblosan pada 9 Desember 2020, Kabupaten Tasikmalaya masuk Zona merah COVID-19. Jajang menegaskan kesadaran jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan wajib dijaga saat pelaksanaan Pilbup Tasikmalaya.

(bbn/bbn)