10 Penambang Emas asal Tasikmalaya Tertimbun Longsor di Kalimantan

Deden Rahadian - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 21:45 WIB
ilustrasi mayat
Ilustrasi (ilustrator: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Sebanyak 10 orang warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tertimbun longsor saat menambang emas di Sungai Seribu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (19/11). Sembilan orang itu dari Kecamatan Salopa dan satu orang Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya.

"Informasi yang saya terima ada 10 warga Kabupaten Tasikmalaya yang jadi korban. Sembilan berasal dari Kecamatan Salopa," ujar Camat Salopa Tasikmalaya, M Fuad Abdul Aziz, Jumat (20/11/2020).

Informasi dihimpun, 10 penambang asal Tasikmalaya tersebut tengah menggali tambang emas yang kedalamannya mencapai 65 meter. Nahas, tanah di lokasi kejadian longsor hingga menutupi lubang galian emas.

Warga Salopo yang tertimbun longsor yaitu Tatan (30), Muharom (22), Yuda (24), Reza (20), Susan (25), Bayu (25), Dian (26), Ai Kadir (47), dan Nurhidayat (26). Satu warga Tanjungjaya yakni Rana (21).

"Pada intinya, kita sudah data nama dan alamat sembilan warga kami asal Salopa yang menjadi korban. Dan sudah membuat surat laporan kepada BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk difasilitasi nanti kepulangan jenazahnya," tutur Fuad.

Keluarga meminta agar proses pencarian korban terus dilanjutkan. "Keluarga meminta agar pencarian dilanjutkan. Kalau pun wafat, minta diantarkan ke Tasikmalaya," kata Fuad.

Fuad tidak mengetahui pasti sejak kapan warganya itu bekerja sebagai penambang emas di Kalimantan. Ia hanya menjelaskan bahwa banyak warga Salopo yang merantau ke Kalimantan.

"Banyak warga Salopa yang bekerja di tambang termasuk di Kalimantan. Sudah tradisi dari puluhan tahun lalu," ucap Fuad.

(bbn/bbn)