Warga Cirebon Kembangkan Alat Pembakar Sampah Ramah Lingkungan

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 16:46 WIB
Wakil Wali Kota Cirebon apresiasi warga yang bikin alat pembakar sampah ramah lingkungan
Wakil Wali Kota Cirebon apresiasi warga yang bikin alat pembakar sampah ramah lingkungan (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Warga Kota Cirebon, Jawa Barat, mengembangkan alat pembakar sampah yang ramah lingkungan. Wakil Wali Kota Cirebon pun mengapresiasi warganya yang peduli terhadap sampah.

Aryanto Misel, warga RW 13 Kertasamboja yang juga selaku penggagas alat pembakar sampah ramah lingkungan atau incinerator mengatakan alat pembakar sampah tersebut tak mengeluarkan asap atau polusi. Aryanto mengatakan bahan bakar alat tersebut memanfaatkan sampah yang diolah.

"Tanpa bahan bakar minyak, karena alat ini hanya menggunakan sampah itu sendiri sebagai bahan bakarnya," kata Aryanto kepada awak media di RW 13 Kertasamboja, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (20/11/2020).

Aryanto menjelaskan cara kerja alat pembakar sampah yang digagasnya. "Pertama sampah dimasukkan ke dalam tabung besar untuk dibakar. Setelah dibakar, keluar asap yang kemudian turun masuk ke tabung kecil, yang fungsinya mengolah asap. Di tabung tersebut dicampur air dan berputar. Hasil dari pembakaran akan keluar pupuk organik cair," kata Aryanto.

Aryanto mengatakan harga pupuk organik cair (POC) memiliki harga yang tinggi. "Mudah-mudahan alat ini menjadi salah satu alternatif pengurangan sampah di Kota Cirebon," ucap Aryanto.

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengapresiasi gerakan peduli sampah yang digaungkan RW 13 Kertasemboja, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Sebab hasil pembakaran sampah itu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan tanpa polusi.

"Ini bisa menjadi percontohan untuk RW lainnya. Ini satu terobosan baik untuk mengurangi sampah di Kota Cirebon," kata seusai mengunjungi alat pembakar sampah.

Eti menambahkan alat pembakar sampah tersebut masih memiliki kekurangan, yaitu suara mesin yang bising. "Memang tadi setelah dicoba, ternyata masih ada kekurangan, yakni suara dari mesin masih bising, tapi ke depan bisa diganti pakai dinamo," kata Eti.

Eti berharap alat incinerator ini bisa menjadi semangat untuk warga Kota Cirebon terutama anak muda dalam berinovasi. "Alat ini diciptakan hasil karya anak bangsa, dan wong (orang) Cirebon. Semoga ke depan muncul inovasi lainnya dari para anak muda," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Gandi mengatakan, alat incinerator yang diciptakan warga RW 13 Kertasemboja adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. "Tentu sangat membantu kami di DLH, jadi sampah bisa diolah di tingkat masyarakat, mengurangi pembuangan langsung di TPS dan TPA," kata Gandi.

Gandi menambahkan, alat pembakar sampah ini bisa diadopsi untuk di tempat-tempat lain. "Tentunya dengan pengembangan yang ramah lingkungan," harapnya.

(mud/mud)