Sepanjang 2020, Polresta Cirebon Tangani 65 Kasus Kekerasan Seksual

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 14:54 WIB
Little girl suffering bullying raises her palm asking to stop the violence
Ilustrasi (Foto: iStock)
Cirebon -

Polresta Cirebon menangani 65 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mayoritas merupakan kekerasan seksual. Pelaku kekerasan seksual ini mayoritas merupakan orang-orang terdekat korban.

Polresta Cirebon kemarin merilis beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak, dua pelaku di antaranya merupakan orang terdekat korban, yakni ayah kandung dan tiri.

Tersangka M (35), merupakan ayah kandung yang tega memerkosa anaknya hingga hamil. Aksi bejat M dilakukan pada Juli 2019 dan Agustus 2020 di kediamannya di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. "Dua kali. Dilakukan saat rumah kosong," kata Syahduddi saat jumpa pers di Mapolresta Cirebon Jalan Raden Dewi Sartika Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/11/2020).

"Korban hamil dua bulan. Sempat mengancam korban agar tidak melaporkan peristiwa tersebut ke ibunya. Ancamannya dibunuh. Tapi korban tetap melapor ke ibunya, hingga akhirnya kasus ini kita tangani," kata Syahduddi.

Sementara itu, tersangka berinisial YN (42) tega memerkosa anak tirinya. YN melakukan perbuatan bejatnya sebanyak tiga kali, yakni pada 2009, 2012 dan 2014. "Saat pertama kali melakukan tindakan tersebut korban masih berusia empat tahun. Korban melaporkan saat sudah berusia 15 tahun," kata Syahduddi.

Tersangka mengancam korbannya agar tak melaporkan ke orang tuanya. Aksi bejat tersangka itu dilakukan di rumah korbannya.

Syahduddi menerangkan dua kasus tersebut termasuk dalam 65 kasus yang sedang ditangani Polresta Cirebon. Syahduddi tak menampik kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan masih tinggi di Cirebon.

"Selama ini totalnya 65 kasus yang ditangani. 24 kasus sudah dilimpahkan ke pengadilan. Kemudian, ada dua kasus yang prosesnya terhenti karena tidak cukup bukti," katanya.

Lebih lanjut, Syahduddi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan KPAI dan lembaga swadaya masyarakat yang fokus menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. "Agar masyarakat teredukasi tentang ini. Kemudian, kasus-kasus yang kita tangani ini bisa menjadi bahan evaluasi," kata Syahduddi.

Polresta Cirebon mendapat penghargaan dari Polda Jabar terkait penanganan kasus Kekerasan terhadap anak dan perempuan. "Sat Reskrim Polresta Cirebon mendapat penghargaan dari Dit Reskrimum Polda Jabar. Masuk dalam kategori tercepat dalam penanganan tindak pidana kekerasan terhadap anak," kata Syahduddi.

Sementara itu, Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Cirebon Iptu Dwi Hartati mengatakan dari 65 kasus yang ditangani mayoritas pelaku merupakan orang terdekat korban. "Memang mayoritas orang terdekat korban, seperti ayah kandung, ayah tiri, pacar, guru dan lainnya," kata Dwi.

Selain menangani kasus secara hukum, lanjut Dwi, pihaknya juga berkoordinasi dengan KPAI untuk menangani korban agar tak mengalami trauma. "Korban juga menjadi perhatian kita. Kita lakukan trauma healing," katanya.

Terpisah, Ketua KPAI Kabupaten Cirebon Siti Nuryani mengatakan sepanjang 2020 pihaknya menangani 16 kasus. "90 persen dari kasus yang kita tangani ini kejahatan seksual terhadap anak," kata Yani kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Selasa (17/11/2020).

Yani menyebutkan pelaku kejahatan seksual dari kasus yang ditangani KPAI merupakan orang terdekat korban. Yani juga mematikan beberapa kasus sudah divonis pengadilan.

"Masih ada yang kasusnya tahap pengumpulan bukti. Untuk pelaku itu dari kasus yang kita tangani 60 persennya adalah orang terdekat," kata Yani.

"Kita tak ingin korban ini menjadi pelaku pada kemudian hari. Untuk itu, selain menangani secara hukum, kita juga tangani kasusnya agar korban tak trauma," kata Yani menambahkan.

Lihat juga video 'Predator Seks 'Bang Jay' Terungkap, Korbannya 30 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)