Adu Mulut dengan Polisi soal Masker, Ini Penjelasan Anggota DPRD Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 20:46 WIB
Anggota DPRD Banten adu mulut dengan polisi viral di medsos.
Anggota DPRD Banten adu mulut dengan polisi (Foto: Tangkapan layar video viral)
Lebak -

Anggota DPRD Banten Ade Hidayat mengatakan videonya yang viral adu mulut dengan polisi terjadi bermula saat dirinya membenarkan posisi masker di dalam mobil pribadi. Ia diminta berhenti dan turun dari mobil saat ada operasi gabungan penerapan protokol kesehatan di Mandala, Lebak.

"Saya sudah pakai masker posisinya di dalam mobil, kemudian diminta turun. Saya bilang urgensinya saya turun untuk apa kan saya sudah pakai masker, kalau tadi memang saya merapikan masker kemudian saya pakai masker. Pokoknya kamu turun, katanya gitu," kata Ade menjelaskan saat dihubungi wartawan di Lebak, Kamis (12/11/2020).

Anggota yang memintanya turun dari mobil ia sebut sempat membentak-bentak. Di situ terjadi perdebatan antar petugas dan dirinya di dua lokasi sebagaimana video yang viral.

"Di mobil saya sudah pakai masker, cuma memang gerakan tangan saya di awal merapikan masker seolah-olah baru pakai. Saya bilang kan sudah pakai masker, kalau diingatkan saya terima. Tapi kalau untuk mencari salah, kan petugas bukan untuk mencari salah bahwa manusia kadang ada salah ada khilaf, patut diingatkan," tuturnya.

Memang menurutnya adu mulut terjadi awalnya karena dianggap ia tak ingin turun dari mobil. Karena Ade sendiri mengaku sudah pakai masker sejak di dalam mobil.

Setelah berdebat, ia kemudian menyerahkan KTP dan dicatat oleh petugas. Ia sempat menyarankan agar saat menertibkan warga tidak pakai masker agar diedukasi dan dingatkan dengan baik dan tidak mencari kesalahan.

Setelah itu, satu petugas katanya menanyakan identitas lengkapnya. Ade kemudian menjawab bahwa dirinya anggota DPRD Banten dan Wakil Ketua Komisi III dan Ketua DPC Gerindra Lebak.

"Sudah gitu hilang tuh satu satu. Akhirnya satu Satpol PP nganter saya kembali ke mobil," ujarnya.

Kejadian adu mulut tadi menurutnya dinamika di lapangan. Petugas katanya tidak bisa melakukan intimidasi saat melakukan razia kepada warga. Selain itu harus ada edukasi dan bila perlu ada pemberian masker gratis secara humanis.

"Tapi sudahlah itu dinamika di lapangan. Saya hanya khawatir saja kalau caranya intimidasi. Saya katakan ini kok saya dikerumunin, emang saya maling, saya tanya begitu. Kan saya bukan maling begitu, diserang banyak orang, saya bukan maling lho, apa-apaan," paparnya.

(bri/mud)