Ini Diduga Penyebab Anggota DPRD Banten Adu Mulut dengan Polisi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 18:53 WIB
Anggota DPRD Banten adu mulut dengan polisi viral di medsos.
Foto: Anggota DPRD Banten adu mulut dengan polisi (Tangkapan layar video viral).
Lebak -

Video Anggota DPRD Banten Ade Hidayat adu mulut dengan seorang polisi viral di media sosial. Adu mulut terjadi diduga karena anggota dewan tersebut tidak terima karena mendapat teguran dari petugas yang sedang melakukan razia masker.

"Mau dikasih surat teguran, nggak terima. Apa-apaan ini, katanya gitu. Nggak terima ditegur intinya mah, begitu ceritanya," ujar Kasatpol PP Kabupaten Lebak Dartim saat dihubungi, Kamis (12/11/2020).

Adu mulut tersebut terjadi di daerah Mandala, Lebak sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah terjadi perdebatan, tim katanya mempersilahkan anggota DPRD untuk pulang namun tidak menandatangani surat teguran.

"Dilepas, nggak mau tanda tangan, ya udah biarin saja. Yang penting datanya sudah tahu siapa," ujarnya.

Satpol PP katanya akan memberikan klarifikasi soal perdebatan antara polisi, Satpol PP dan Ade. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan beberapa anggota partai.

"Ini juga kalau memang dipermasalahkan kita klarifikasi dengan partainya nanti, sudah ada anggota sudah komunikasi dengan partai yang bersangkutan," ujarnya.

Operasi penegakan disiplin soal masker juga katanya tidak memandang latar belakang seseorang. Apabila ada warga tidak mengenakan masker, petugas katanya akan menegur.

Sebelumnya, video adu mulut anggota DPRD Banten Ade Hidayat dengan anggota polisi viral di media sosial di Lebak. Video pertama berdurasi 1 menit 9 detik. Di video itu, Ade terlihat berdebat dengan anggota polisi. Kemudian terlihat anggota pemadam kebakaran (Damkar) dan Satpol PP.

Di video itu, antara Ade dan polisi berdebat soal masker. Polisi mengatakan soal tunjuk-menunjuk sesuatu sementara Ade mengatakan bahwa dirinya sudah memakai masker. Di situ juga terdengar percakapan antar keduanya yang tinggi.

"Kan diingatkan saya pake toh, bapak jangan bentak-bentak," kata Ade di video sebagaimana dikutip detikcom.

Seorang anggota Damkar meminta agar anggota DPRD tidak ngotot. Ia menyampaikan bahwa razia dilakukan dengan baik-baik. Polisi yang saling berdebat juga mengatakan bahwa dirinya seorang komandan. Dari situ mereka kemudian berpindah tempat ke arah mini market.

Video kedua berdurasi 1 menit 37 detik. Di situ terlihat Ade dikerumuni polisi, Satpol PP dan terlihat anggota berpakaian TNI. Perdebatan terjadi antara mereka.

"Bapak memaksa saya keluar, dibentak-bentak. Salah saya apa. Bapak maksa saya keluar, saya pakai (sambil menunjuk masker). Apa salah saya. Apa salah saya sekarang, sehingga diberlakukan begini, pasal mana. Saya bisa komplain loh," ujarnya.

Perdebatan tidak berhenti. Antara Ade dan polisi saling berbicara dengan nada keras dan saling tunjuk.

Simak juga video 'Demo di Kendari Ricuh Gegara Adu Mulut Mahasiswa Vs Kepala Bapenda':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)