Petani Cianjur Sulit Dapat Pupuk Subsidi, Mentan: Nanti Dicek

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 19:35 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Cianjur.
Foto: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Cianjur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Petani di Cianjur selatan, Jawa Barat kesulitan mendapat pupuk bersubsidi. Akibatnya mereka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga dua kali lebih mahal dari yang bersubsidi.

Dedi Rohimat (33), petani asal Kecamatan Cidaun Cianjur mengatakan untuk musim tanam padi kali ini, stok pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan. Padahal di awal masa tanam, petani membutuhkan pupuk agar tanamannya tumbuh subur.

"Sudah dua bulan susah pupuk bersubsidi. Tidak tahu kenapa. Tapi bukan hanya di Cidaun di kecamatan lain di selatan juga mengalami hal serupa," kata dia, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya distributor dan toko pupuk hanya memiliki stok pupuk nonsubsidi. Meski harganya di atas pupuk subsidi, petani terpaksa membelinya karena tanaman padi harus segera diberi pupuk.

"Mau tidak mau ya beli, meski harganya Rp 400 ribu per kwintal atau dua kali harga pupuk subsidi yang paling mahal hanya Rp 200 ribu," kata dia.

Dia mengungkapkan setiap petani membutuhkan sekitar 2 kwintal pupuk untuk lahan seluas setengah hektar. Sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan terpaksanya petani membeli pupuk nonsubsidi membuat biaya tanam menjadi bengkak.

"Secara otomatis pendapatan petani dari panen nanti akan minim. Karena modal produksinya sudah tinggi," tuturnya

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Cianjur Mamad Nano, mengatakan langkanya pupuk di wilayah selatan disebabkan keterlambatan distribusi.

"Sebelumnya memang ada keterlambatan, karena proses di pusatnya yang terlambat juga. Kalau daerah kan hanya mengusulkan, proses lebih lanjutnya di pusat," kata dia.

Namun, lanjut Nano, pihaknya sudah mengumpulkan para distributor agar segera mendistribusikan pupuk jika kuota dan stoknya sudah disetujui.

"Kami pastikan dalam waktu dekat sudah aman dan mulai distribusi," kata dia.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku akan mengecek informasi petani di Cianjur yang sulit mendapatkan pupuk lantaran stok yang belum kunjung ada dan terpaksa membeli pupuk dengan harga mahal.

"Nanti saya cek benar tidaknya," ucap Syahrul singkat saat ditemui di Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas Cianjur, Kamis (12/11/2020).

(mso/mso)