Polres Cimahi Masih Dalami Kasus Bansos Ayam Busuk di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 19:02 WIB
Jumlah kalori pada daging ayam
Ilustrasi (Foto: iStock)
Bandung Barat -

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Cimahi masih menyelidiki kasus bantuan sosial berupa ayam busuk yang diterima warga Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kasus tersebut ditangani polisi setelah warga mengeluhkan menerima ayam busuk dalam paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada 23 April lalu.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cimahi Iptu Herman Saputra mengatakan pihaknya masih memeriksa saksi-saksi berkaitan pengadaan dan penyaluran perkara tersebut.

"Sampai saat ini masih dilakukan pendalaman, kami memeriksa saksi-saksi. Kalau jumlah saksinya berapa harus ditanya dulu ke penyidik. Saat ini kita pun belum menyimpulkan apakah ini ada kerugian negara atau tidak, masih interogasi saksi. Intinya sekarang kasus ini masih ditangani polres," tutur Herman saat dihubungi detikcom, Kamis (12/11/2020).

Herman menegaskan perkara bansos ayam busuk masih ditangani oleh Unit Tipikor Polres Cimahi. Pihaknya belum menerima permintaan pengalihan perkara dari KPK.

"Kalau mau ditarik KPK ya silakan kita engga masalah. Untuk sementara belum ada permintaan resmi dari KPK ke Polres Cimahi untuk menarik perkara ini.

Berdasarkan informasi, Aa Umbara juga kembali diperiksa KPK di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/11/2020). Namun belum jelas Aa Umbara diperiksa atas perkara apa.

KPK membenarkan terkait adanya pemeriksaan kembali terhadap Bupati Bandung Barat Aa Umbara. Pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan KPK.

"Sebagaimana informasi yang kami terima, benar ada permintaan keterangan yang bersangkutan terkait kegiatan penyelidikan oleh KPK," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Meski begitu, Ali belum menjelaskan pemeriksaan Aa Umbara ini berkaitan dengan kasus apa. Sebab, saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan. "Karena masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai kegiatan dimaksud," kata dia.

(mud/mud)