Firasat Sang Anak Sebelum Gatot Brajamusti Meninggal Dunia

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 12:34 WIB
Anak Gatot Brajamusti.
Foto: Anak Gatot Brajamusti (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Ratusan pelayat dan keluarga mengantarkan jenazah Gatot Brajamusti menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Cikiray Kidul, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain sang ayah H. Dudung, putra dan putri almarhum Gatot terlihat hadir di pemakaman.

Almarhum pria yang akrab disapa Aa Gatot meninggalkan 7 putra dan putri dari beberapa istri. Dalas Abdillah Ramdhani putra sulung terlihat berada paling depan dekat dengan liang lahat. Sementara Suci Patia, putri ke 5 almarhum Gatot terlihat menahan isak tangisnya, beberapa adik dan kakaknya terlihat menenangkan.

Kepada awak media, Suci Patia dan Dalas sang kakak bergantian memberikan keterangan. Ada firasat yang ditangkap Suci menjelang kematian almarhum ayahnya.

"Memang ada firasat-firasat tapi kirain papa cuma sakit biasa aja karena memang papa sakit-sakitan kan. Memang firasatnya waktu itu tiba-tiba nangis mendadak enggak tau kenapa ternyata besoknya beliau berpulang. Ini hal yang mendadak buat kita semua karena emang biasa beliau suka sesak tapi ternyata kali ini beliau (benar-benar) berpulang," ungkap Suci.

Sebagai perwakilan keluarga, Suci juga meminta maaf atas segala kesalahan mendiang ayahnya semasa hidup.

"Di sini saya Suci Fatia dan kakak, kami perwakilan dari keluarga Aa Gatot Brajamusti mohon maaf kepada seluruhnya jika selama hidupnya ayahanda almarhum pernah berbuat salah mohon di bukakan pintu maaf sebesar besarnya agar ayah kami tenang disana dan semoga banyak kebaikan yang bisa di ingat di seluruh teman-teman semuanya kami sekali lagi dari perwakilan keluarga mohon maaf yang sebesar besarnya," kata Suci.

Sementara itu, Dalas putra sulung mendiang Gatot mengungkap selama ayahnya menjalani masa hukuman komunikasi terjalin lewat telepon. "Kita komunikasi terakhir sebelum pandemik setelah itu karena tidak boleh dikunjungi saat itu selama pendemik tidak bisa kunjungan ke lapas jadi kita via telepon," ungkapnya.

Dalas juga mengungkap penyakit yang diderita sang ayah. Selain diabetes, mendiang ayahnya juga punya hipertensi dan stroke."Beliau punya penyakit sudah lama yaitu diabet ,hipertensi dan sudah hampir dua tahun ini kena stroke jadi ini adalah gejala komplikasi sehingga pada saat waktunya beliau lebih lelah dan cape sehingga komplikasi itu meningkat," ujarnya.

(sya/mso)