Badru Bantah Ada Warga yang Akan Pukuli Gegara Foto Ibu Hamil Ditandu

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 13:25 WIB
Badrudin (pakai kemeja) didampingi keluarga.
Foto: Badrudin (pakai kemeja) didampingi keluarga (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Lebak - Polisi sempat mengatakan bahwa Badrudin alias Badru diantarkan kepala desa ke Polsek Panggarangan karena unggahan soal ibu hamil yang membuat warga marah dan akan memukulinya. Namun, Badru sendiri membantah hal tersebut karena merasa tidak ada ancaman dari warga.

"Enggak ada, nggak tahu warga yang mana, ya mungkin yang pro sama dia (kepala desa)," kata Badru saat ditemui detikcom di rumahnya di Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Lebak, Minggu (8/11/2020).

Bahkan, di Kampung Bitung ia tidak mendengar ada warga yang berkerumun untuk memukuli usai memposting ibu hamil ditandu karena persoalan jalan. Yang jelas, katanya ia dijemput oleh dua orang suruhan kepala desa di rumahnya pada Senin (2/11) dan langsung dibawa ke rumah pribadi kades. Tidak selang berapa lama pada pukul 22.00 WIB, dua polisi datang menjemputnya dan dibawa ke Polsek Panggarangan.

"Kalau itu saya nggak tahu (ada massa)," ujar Badru yang mengaku hanya lulusan SMP dan sehari-hari bekerja sebagai petani.

Di rumah kepala desa yang diketahui bernama M Hasan, lanjutnya ia dijelaskan soal pro dan kontra akibat postingannya itu. Di sana, ada pihak keluarga dan ia tidak tahu bahwa ada tokoh Karang Taruna atau tokoh masyarakat.

"Setahu saya keluarga beliau (kepala desa) saja," katanya.

Sebelumnya pada Rabu (4/11/2020), Kapolsek Panggarangan AKP Rohidi mengatakan bahwa Badru diamankan untuk menghindari adanya amukan warga. Ia juga mengatakan bahwa pria itu diamankan pada Selasa (3/11) malam diantar oleh kepala desa.

"Kata siapa ditahan, nggak ditahan, nggak sembarangan boleh nahan orang. Itu menghindari takut digebukin, dipukulin orang. Itu diantar kepala desa. Namanya desa ada pro dan kontra. Jadi takut ribut diantarkan, diamankan di sini," kata Rohidi dihubungi detikcom waktu itu.

Tonton juga 'Ini Alasan Mengapa UU ITE Disebut-sebut Sebagai "Pasal Karet"':

[Gambas:Video 20detik] (bri/mso)