Cabup Marwan Janjikan Kebijakan Peningkatan Status Honorer Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 19:59 WIB
Mawan Hamami menjanjikan peningkatan status honorer Sukabumi
Marwan Hamami (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Calon Bupati Sukabumi nomor urut 2, Marwan Hamami optimis bisa mendorong kebijakan pusat soal peningkatan status pekerja honorer yang ada di Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya profesi guru, ia juga akan mendorong kebijakan pemerintah pusat soal peningkatan status pegawai honorer lainnya.

Cabup petahana itu memastikan persoalan itu bukan sekedar basa-basi, ia menceritakan soal kebijakan yang ia lakukan ketika menjabat sebagai bupati dengan menyurati Presiden Joko Widodo soal peningkatan status Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK).

Dalam data yang diterima detikcom, surat yang dimaksud oleh Marwan itu ditandatangani sendiri olehnya pada tanggal 17 Juni 2020 dan ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia.

"Soal guru honorer, sesuai dengan kebijakan pemerintah kita sudah menyampaikan harapan kepada negara maupun menteri yang terkait dengan kepegawaian supaya mempercepat pengangkat pegawai negeri yang dari honorer, alhamdulillah sebenarnya tahun ini kita sudah keluar 630 lebih hasil ajuan, guru honor, perawat dan penyuluh," kata Marwan disela kegiatan kampanyenya, Jumat (6/11/2020).

Untuk tahapan selanjutnya, dijelaskan Marwan pihaknya akan terus melakukan percepatan untuk mendorong kebijakan tersebut. Meskipun menurutnya hal itu menjadi kebijakan pemerintahan pusat.

"Kita juga ada tahapan-tahapan selanjutnya, contohnya banyak guru yang sudah pensiun dan juga harus segera di isi, kita perlu percepatan ini dan harus diketahui soal ini adalah kebijakan semua kebijakan pusat bukan kebijakan pemerintah kabupaten. Jadi yang bisa kita lakukan adalah rekomendasi untuk secepatnya pemerintah pusat mengeluarkan (keputusan) terutama dari kementerian terkait," ungkap Marwan.

Dalam sebuah kesempatan kepada detikcom, Marwan pernah mengungkap soal kebutuhan tenaga pengajar. Hal itu juga menjadi alasannya untuk mendorong pemerintah pusat mengabulkan keinginan guru honorer untuk menjadi CPNS.

"Kalau melihat kebutuhan tenaga pengajar dengan luasan kabupaten sukabumi memang masih kurang, sehingga pemkab mengusulkan kebutuhan tenaga pengajar kepada pemerintah pusat, selanjutnya untuk guru honor 35+ kita dorong mereka mudah mudahan saja pemerintah pusat mengabulkan hingga mereka diangkat menjadi CPNS," kata Marwan saat itu.

Marwan juga menjelaskan peran guru dalam menentukan arah bangsa sangat besar. "Masa depan bangsa ini akan bisa ditentukan dengan kualitas generasi muda saat ini, maka guru sebagai tenaga pendidik memiliki peranan penting makanya ini prioritas agar didengar oleh pemerintah pusat," tambahnya.

(sya/mud)