Kasus Corona Naik, Pemkab Pangandaran Tambah Kapasitas Ruang Isolasi

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 15:34 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona. (ilustrator: Edi Wahyono)
Pangandaran -

Tren kasus positif Corona di Kabupaten Pangandaran terus merangkak naik. Hampir setiap hari selama pekan ini terjadi penambahan kasus positif. Hingga Jumat (6/11/2020) siang, tercatat ada 105 kasus positif.

Dari jumlah total itu, 18 orang di antaranya masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Pandega Pangandaran dan 4 lainnya menjalani isolasi mandiri. Saat ini 9 desa di Pangandaran dinyatakan sebagai zona merah menyusul adanya warga positif Corona.

Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Satgas Pemulihan Ekonomi Daerah dan Satgas Penanganan COVID-19 Kab Pangandaran Kusdiana mengatakan kenaikan kasus positif Corona telah disikapi dengan berbagai langkah. Salah satunya adalah dengan menambah kapasitas ruang isolasi di RSUD Pandega Pangandaran.

"Termasuk menambah fasilitas alat PCR. Alhamdulillah kita juga mendapat bantuan alat PCR dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Kusdiana.

Penambahan alat PCR, alat tes cepat dan penambahan kapasitas ruang isolasi tersebut juga sebagai langkah persiapan pelaksanaan Pilbup Pangandaran 9 Desember 2020. "Kita juga sudah menyiapkan alat rapid test untuk pelaksanaan Pilkada saat pencoblosan di TPS," ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkab Pangandaran juga hendak memberikan bantuan APD ke pondok-pondok pesantren yang ada di Kab Pangandaran. "Kalau kegiatan pendidikan formal sudah diberikan APD, tinggal menyiapkan APD untuk pondok pesantren yang pendidikan agama non formal, nanti kita serahkan melalui Kementerian Agama," ujar Kusdiana.

Terkait dengan kasus Corona di kantor Sekretariat Daerah, Kusdiana menjelaskan aktivitas kantor sudah berjalan kembali. "Sejak hari Kamis juga sudah bekerja kembali. Alhamdulillah tidak terjadi penularan di kantor," kata Kusdiana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki menambahkan untuk kasus positif Corona di kantor Setda pihaknya sudah memeriksa 22 orang pegawai yang sempat kontak. "Semuanya negatif. Karena sejak pulang dari Jawa Tengah dan sakit dia tak sempat ke kantor. Dia juga tinggal sendirian di rumah kos di Kecamatan Parigi. Jadi tak ada penularan dari kasus itu," tutur Yani.

Sementara itu aparat gabungan terus melakukan razia atau operasi yustisi terkait dengan protokol kesehatan di sejumlah titik kawasan kota Pangandaran. Razia digelar setiap hari dan setiap hari pula banyak warga yang kedapatan tak pakai masker.

(bbn/bbn)