Okupansi Hotel di Cirebon Selama Libur Cuti Bersama Capai 80 Persen

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 21:27 WIB
Ilustrasi Kamar Hotel
Ilustrasi hotel (Foto: (iStock)
Cirebon -

Tingkat okupansi kamar hotel di Kota Cirebon, Jawa Barat, selama libur panjang dan cuti bersama mencapai tembus hingga 80 persen lebih. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersyukur karena ketiban rezeki nomplok di tengah pandemi.

Ketua PHRI Kota Cirebon Imam Reza Hakiki mengatakan tingkat okupansi okupansi kamar hotel di Kota Cirebon meningkat sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) kemarin. Okupansi kamar hotel tertinggi terjadi pada tanggal 30-31 Oktober, yaitu mencapai 84 persen dari 2.500 kamar hotel.

"2.500 kamar ini dari 20 hotel yang tergabung di PHRI ya, tidak termasuk kabupaten. Tertinggi 84 persen tanggal 30-31 Oktober, atau sekitar 2.100 kamar yang terhuni," kata pria yang akrab disapa Kiki itu saat berbincang dengan detikcom, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut, Kiki menyebutkan saat awal libur panjang yakni tanggal 28-29 Oktober tingkat okupansi di 20 hotel itu mencapai 68 persen, atau 1.700 kamar yang terhuni. Sementara itu, tanggal 29-30 Oktober tingkat okupansi kamar hotel mencapai 80 persen.

"Kalau kemarin, tanggal 31 Oktober dan 1 November okupansinya mencapai 81 persen," kata Kiki.

Kiki menjelaskan rata-rata wisatawan hanya menginap selama dua hari. Mayoritas wisatawan yang menginap di hotel hanya ingin berwisata kuliner di Cirebon.

"Karena kan mereka itu rata-rata pengin wisata kuliner. Yang sampai tiga hari ada, tapi jarang. Rata-rata dua hari," katanya.

Lebih lanjut, Kiki mengatakan pelayanan hotel tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihak hotel meminimalisir adanya kontak langsung antara tamu hotel dan pelayanan.

"Kalau di hotel protokol kesehatan sudah sangat ketat. Penerimaan tamu tak lagi berhadapan. Kunci kamar disiapkan dan memakai pembatas juga di front office. Pelayanan di restoran juga kita ambilkan. Kemudian, kamar selaku kita semprot dengan cairan disinfektan," kata Kiki.

"Nah, kalau selama pandemi ini tingkat hunian kamar itu hanya sekitar 30 sampai 50 persen. Jadi, ini rezeki bagi kami," kata Kiki menambahkan.

(mud/mud)