Kunjungan Wisatawan ke Lembang Saat Libur Cuti Bersama Tak Sampai Target

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 14:00 WIB
Arus lalulintas di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada hari kelima libur panjang cuti bersama mulai terasa lancar ketimbang hari-hari sebelumnya, Minggu (1/11/2020).
Foto: Suasana lalu lintas di kawasan Lembang saat libur panjang (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Libur panjang cuti bersama selama lima hari sejak Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020) belum mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Misalnya pengunjung ke tiga objek wisata favorit di Lembang seperti Farm House, The Great Asia Africa, dan Floating Market yang masih jauh dari target. Padahal pada akhir pekan dan libur panjang biasanya wisatawan yang berkunjung bisa sampai belasan ribu orang.

Public Relation & Promotion Perisai Group Intania Setiati mengatakan dari lima hari libur panjang, jumlah pengunjung mencapai jumlah maksimal pada hari Rabu-Kamis. Namun itu pun tidak sampai membludak seperti sebelum pandemi COVID-19.

"Paling hanya dikunjungi 30-35 persen pengunjung dari kunjungan biasanya, tidak sampai 50 persen dari total kapasitas tempat sesuai anjuran pemerintah selama pandemi. Bahkan kunjungan di hari Sabtu-Minggu lebih turun, jauh sekali target kita meleset," ungkap Intan, Senin (2/11/2020).

Beberapa faktor penyebab rendahnya kunjungan wisatawan seperti kekhawatiran terpapar COVID-19, pemberlakuan PSBB Jakarta, dan cuaca ekstrem yang terjadi selama libur panjang.

"Alasannya mungkin karena masih COVID-19, kemudian PSBB Jakarta, ditambah dengan setiap hari sering turun hujan. Jadi memang sangat berdampak ke kunjungan wisatawan," katanya.

Sebelum libur panjang, pihaknya memprediksi kunjungan bisa mendekati batas kunjungan maksimal 50 persen di masa AKB. "Prediksi kita, kunjungan wisatawan di libur panjang kali ini bisa diangka 40-45 persen, tapi meleset. Syukur-syukur akhir tahun nanti pandemi sudah berakhir, kalau belum, ya mungkin kondisinya masih seperti ini," terangnya.

Kondisi serupa dialami objek wisata Lembang Park and Zoo. Meski sudah diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan hingga 50 persen dari total kapasitas, namun di masa pandemi COVID-19 ini masih banyak masyarakat yang menahan diri untuk berwisata.

"Pengunjung per hari rata-rata antara 3.000 sampai 3.500 orang, padahal kita dibolehkan menerima pengunjung 50 persen dari total kapasitas tempat atau sekitar 5.000 pengunjung," kata Manager Operasional Lembang Park and Zoo Iwan Susanto.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) masih menunggu laporan jumlah kunjungan dari pengelola objek wisata di KBB, terutama Lembang selama libur panjang cuti bersama.

"Kalau soal target kunjungan kita masih menunggu laporan dari pengelola wisata. Jadi nanti dilihat persentase kunjungan di libur panjang ini dan libur sebelumnya apakah meningkat atau menurun," ungkap Kabid Pariwisata Disparbud KBB, David Oot.

Sementara itu, selama libur panjang jumlah produksi sampah di Lembang, Bandung Barat mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Biasanya jumlah sampah yang diangkut dari Lembang mencapai 15 sampai 16 ton sehari, pada libur panjang jumlahnya bisa mencapai maksimal 50 ton karena banyaknya sampah dari wisatawan yabg berlibur di Lembang.

"Volume sampah meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan kondisi normal karena jumlah kunjungan wisatawan membludak selama lima hari terutama di kawasan Lembang," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko, Senin (2/11/2020).

(mso/mso)