Belasan Kali Keluar-Masuk Penjara, Pencuri Motor di Cianjur Ditangkap

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 15:26 WIB
Residivis curanmor di Cianjur kembali ditangkap polisi
Residivis curanmor di Cianjur kembali ditangkap polisi (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Polsek Sukaluyu berhasil meringkus BR alias BL (42), pelaku penipuan dan pencurian kendaraan bermotor. Bahkan pria ini sudah berulang kali keluar masuk penjara dengan kasus serupa di wilayah Cianjur.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari salah seorang korban jika sepeda motornya hilang usai dipinjam pelaku.

"Jadi modusnya dia meminjam sepeda motor korban, kemudian motor itu dibawa kabur untuk kemudian dijual," ungkap Kapolsek Sukaluyu AKP Anaga Budiharso, Jumat (30/10/2020).

BL diamankan di rumah kekasihnya di Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Kamis (29/10/2020) malam.

Dari keterangan pelaku, dalam sebulan ini sudah unit unit motor yang dia curi dan bawa kabur. "Pengakuannya sebulan terakhir ada dua unit motor yang dia berhasil bawa kabur dan dijual ke penadah," ucapnya.

Anaga menambahkan BR juga merupakan residivis dengan berbagai kasus tindakan pencurian dan kekerasan. Pelaku juga baru dua bulan keluar dari penjara.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir pihaknya sudah lima kali memproses kasus kriminal yang dilakukan BR.

"BR ini residivis, di Sukaluyu saya tercatat sudah lima kali berurusan dengan hukum. Kemungkinan di wilayah lain juga sempat terjerat tindak pidana, karena dari pengakuannya sudah belasan kali keluar masuk penjara," kata dia.

"Kasusnya mulai dari kekerasan, pemerasan, pencurian, hingga penggelapan," tambahnya.

Anaga mengungkapkan kasusnya saat ini masih dalam pengembangan. Pelaku sudah dilimpahkan ke Polres Cianjur.

"Saat ini pelaku dikenakan Pasal 378 Jo 372 tentang penipuan dan penggelapan, dengan hukuman empat tahun penjara,"ujarnya.

Sementara itu, BR alias BL, mengaku dirinya sudah 18 kali masuk penjara, dan baru bebas dua bulan terakhir.

"Bebas baru dua bulan, tapi melakukan aksinya baru satu bulan. Karena satu bulannya digunakan untuk istirahat," ucapnya.

BL mengaku, aksinya dengan modus meminjam motor korban, karena sudah kenal jadi dikasih pinjam.

Motor hasil penipuan dan pencurian ya itu dijual ke wilayah Cianjur selatan dengan harga Rp 2 juta dan Rp 3 juta per unit.

Menurutnya, hasil penjualan motor digunakan untuk senang-senang dan membeli narkoba. "Uang hasil penjualan dibelikan narkoba dan untuk senang-senang,"pungkasnya.

(mud/mud)