Kecam Demo Anarkis, Kelompok Masyarakat Sunda Gaungkan Jaga Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 16:53 WIB
Kelompok Sunda Gaungkan Jaga Bandung
Masyarakat yang tergabung dalam Front Aliansi Tatar Sunda mengecam demonstrasi berujung ricuh di Bandung saat demo Omnibus Law. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Sejumlah orang menggaungkan penolakan terhadap aksi demo Omnibus Law berujung anarkis di Bandung. Aksi demo anarkis dinilai merugikan kepentingan masyarakat umum.

Kecaman terhadap aksi demo anarkis itu digaungkan oleh elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Aliansi Tatar Sunda. Massa berpakaian hitam-hitam itu berunjuk rasa menyerukan penolakan di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/10/2020).

"Menolak atau tidak Omnibus Law kalau mau aksi jangan anarkis. Tetap jaga ketertiban," ucap salah satu massa aksi, Agus Satria.

Agus mengatakan momen hari sumpah pemuda juga bisa dijadikan tonggak mulainya persatuan. Sehingga ke depannya, sambung Agus, situasi di Bandung kembali kondusif.

"Hari sumpah pemuda ini jadi tonggak spirit untuk membangun persatuan. Idealisme bukan perpecahan, tapi lebih mementingkan kepentingan umum," ujar Agus.

Perwakilan massa aksi lain, M Ijudin menambahkan, aksi demo berujung ricuh beberapa waktu lalu di Bandung banyak merugikan masyarakat. Terlebih berdampak pada arus lalu lintas yang tersendat.

"Contoh seperti ditutupnya akses tol jalan, dirusaknya fasilitas umum, itu bukan ciri khas masyarakat Sunda disini, jadi kita di sini menyuarakan mari kita bersama sama di momentum sumpah pemuda ini untuk bersama sama menyuarakan keamanan dan ketertiban," tuturnya.

"Karena lebih penting masyarakat umum yang lebih luas merasa aman di Jawa Barat, dari pada kita mengutamakan kepentingan sekelompok orang," kata Ijudin menambahkan.

(dir/bbn)