Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Bandung Minta Omnibus Law Dibatalkan

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 15:36 WIB
Sejumlah mahasiswa di Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar meminta agar Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut.
Foto: Aksi mahasiswa Bandung tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jawa Barat berorasi di simpang Dago-Sulanjana, Kota Bandung pada Rabu (28/10/2020) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, mereka mendesak agar Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa ini melakukan orasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah menyampaikan aspirasinya, mahasiswa kemudian melakukan long march dari gedung dewan ke perempatan Jalan Dago-Sulanjana atau tepatnya di depan Dukomsel.

"Momentum Sumpah Pemuda ini, kami mahasiswa, bagian dari pemuda pemudi Indonesia. Di hari sumpah pemuda, mahasiswa pemuda dan pemudi Indonesia tidak datang untuk merusak fasilitas negara. Tetapi untuk memperbaiki, memberitahu negara bahwa banyak yang harus diperbaiki," ujar salah seorang orator.

Mahasiswa pun menyampaikan kekecewaannya kepada aparat penegak hukum, yang represif dalam menindak mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya terkait UU Cipta Kerja. "Tindakan represifitas belakangan ini mencederai HAM, kami meminta agar aparat tidak berbuat represifitas kepada mahasiswa dan pelajar. Karena kita akan mengawal dan tidak melakukan pengrusakan," sambung orator tersebut.

Orasi mahasiswa di depan Dukomsel ini hanya berlangsung selama 15 menit. Arus lalu lintas yang sempat tersendat pun kembali terurai. Massa aksi pun kemudian kembali ke kampus Unisba atau daerah Tamansari.

"Kami akan mengawal Omnibus Law sampai tuntas, sampai presiden menerbitkan Perpuu. Kita tidak akan berhenti sampai presiden bersikap. Kami juga menuntut pendidikan bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

(yum/mso)