Libur Cuti Bersama, Wagub Uu Pantau Jalur Puncak-Rapid Test Wisatawan

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 13:52 WIB
Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul pantau langsung rapid test di Jalur Puncak Cianjur, Rabu (28/10/2020).
Foto: Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul pantau langsung rapid test di Jalur Puncak Cianjur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Hari pertama libur panjang, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pantau langsung pemeriksaan kesehatan dan rapid test di Jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat.

Rapid test dilakukan di sejumlah titik, di antaranya di rest area Segar Alam yang merupakan perbatasan Cianjur-Bogor.

Wisatawan asal Jakarta dan zona merah menjadi sasaran utama pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Pemprov Jabar bersama Pemkab Cianjur.

"Untuk jalur puncak ini tidak hanya memantau kepadatan arus kendaraan, tetapi juga dilakukan rapid test untuk warga luar Jawa Barat, salah satunya dari Jakarta," ujar Uu saat ditemui di Segar Alam, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya rapid test dilakukan untuk memastikan wisatawan yang melalui jalur Puncak untuk berlibur ke Cianjur atau ke daerah lainnya di Jawa Barat dipastikan sehat atau tidak terpapar COVID-19.

Apalagi Jawa Barat saat ini dinilai sebagai daerah dengan pengendalian dan penanganan COVID-19 terbaik.

"Jawa Barat ini kasus COVID-19 cenderung sudah terkendali dan angka positif per harinya rendah. Meskipun libur panjang ini kami terbuka untuk wisatawan yang mau berlibur. Tetapi tetap harus dipantau agar setelahnya tidak terjadi lonjakan kasus. Makanya dilakukan deteksi dini melalui cek kesehatan dan rapid test," kata dia.

Menurut Uu, ratusan alat rapid test disipakan di setiap titik pengecekan kesehatan sepanjang Jalur Puncak hingga perbatasan Cianjur-Bandung.

"Titik nya di Puncak ada tiga dan di perbatasan Cianjur-Bandung ada satu. Setiap pos kami siapkan 100 unit alat rapid test," kata dia.

Uu menambahkan dari hasil rapid test terhadap beberapa orang wisatawan, masih belum ada yang reaktif. Jika nantinya di temukan orang yang reaktif, petugas bakal mengarahkan wisatawan tersebut untuk kembali ke daerahnya dan melakukan tes kesehatan lebih lanjut.

"Semoga saja memang tidak ada yang reaktif, Jawa Barat tetap kondusif," ujarnya.

(mso/mso)