Okupansi Hotel di Jabar Diprediksi Meningkat Saal Libur Cuti Bersama

Siti Fatimah, Ismet Slamet - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 18:43 WIB
Ilustrasi hotel bintang lima
Ilustrasi hotel (Foto: iStock)
Bandung -

Jelang cuti bersama Oktober 2020, hotel di Jawa Barat diprediksi akan meningkat okupansinya terkhusus di daerah-daerah pariwisata. Hal tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar.

"Saya kira mereka ke tempat wisata. Daerah yang punya potensi wisata mereka itu diuntungkan," kata Herman saat dihubungi detikcom, Selasa (27/10/2020).

Herman mengatakan, daerah-daerah tersebut seperti diantaranya Puncak Bogor-Cianjur, Pangandaran, Bandung Barat, dan Pelabuhan Ratu. "Itu mungkin okupansinya lebih baik, mudah-mudahan bisa 70 persen," ujarnya.

Tapi, lanjutnya, untuk daerah Cianjur, Kabupaten Bandung, Subang hingga Sukabumi, pihaknya memprediksi kenaikan okupansi long weekend kali ini diharapkan dapat menyentuh angka 50 persen. "Ada juga daerah di bawah itu seperti Majalengka, Sumedang, Purwakarta, Ciamis juga mungkin agak sedikit rendah," tuturnya.

Sekedar diketahui, PHRI membawahi sebanyak 2500 hotel di Jawa Barat. Herman mengaku, hingga saat ini belum mendapatkan secara pasti jumlah okupansi di lapangan.

"Kita belum dapat datanya, karena Pemda juga minta, jadi saya minta laporan mereka. Masing-masing kabupaten kota berapa okupansinya. Target kita minimal 50 sampai 70 persen," imbuhnya.

Kenaikan okupansi hotel sebelumnya juga sempat terjadi di Pangandaran. Herman mengatakan, sebelum pandemi COVID-19 okupansi hotel di Pangandaran hanya 27 persen. Kemudian meningkat menjadi 40 persen setelah pandemi ditambah wisata ke Bali ditutup.

"Sekarang ini saya perkirakan 60 persen itu bisa masuk. Karena orang kesitu saja sudah butuh waktu yang lama dan butuh beristirahat dan berwisata," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2