3 Karyawan Kampus Positif COVID-19, UPI Tutup Sepekan

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:52 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona. (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kota Bandung akan tutup selama sepekan mulai 26 Oktober hingga 1 November 2020. Hal tersebut berkaitan adanya karyawan kampus yang positif Corona atau COVID-19.

"Berdasarkan Instruksi Rektor Nomor 9 Tahun 2020 dalam upaya mencegah semakin meluasnya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia, dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pegawai, Rektor menginstruksikan: Seluruh gedung dan layanan di kampus utama ditutup sementara mulai tanggal 26 Oktober 2020 s.d. 1 November 2020 dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan perkembangan yang terjadi," isi pesan dalam poster yang dilihat detikcom, Senin (26/10/2020).

Rektor UPI M. Sholehuddin membenarkan informasi tersebut. Keputusan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. "Ya atas masukan tim kesehatan UPI karena di UPI sudah ada beberapa karyawan yang positif terinfeksi COVID-19," ujar Sholehuddin saat dihubungi detikcom.

Dia mengatakan proses tracing masih dilakukan kepada yang berinteraksi dengan karyawan positif. "Sementara proses tracing terus dilakukan dengan melakukan tes swab kepada karyawan lain yang pernah berinteraksi dengan yang bersangkutan," kata Sholehuddin.

Ketua UPT Layanan Kesehatan UPI Lucky Angkawidjaja mengatakan sementara ini ada tiga orang karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan swab test dan hasil laboratorium. Ketiganya sudah ditangani di masing-masing puskesmas.

"Pemeriksaan dilakukan oleh pasien sejak beberapa hari yang lalu. Informasi mengenai hasil pemeriksaan lab yang terakhir diperoleh hari Minggu kemarin (24/10). Saat ini ditangani oleh puskesmas sesuai dengan tempat tinggal masing-masing," ujar Lucky.

Upaya tracing dilakukan dengan menanyakan kepada penyintas dengan siapa saja berinteraksi dari rekan kerjanya. "Swab masih dilakukan ke beberapa orang hasil pelacakan dan masih menunggu hasil," ucap Lucky.

(bbn/bbn)