Pandemi COVID-19

Pulihkan Ekonomi, Ridwan Kamil Siap Desain-Promosikan Produk UMKM

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:28 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bertemu dengan pelaku UMKM.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil bertemu dengan pelaku UMKM (Istimewa).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil punya cara tersendiri dalam memutar roda produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengan (UMKM) yang tertatih-tatih karena pandemi COVID-19. Salah satunya mempromosikan produk UMKM lewat media sosial pribadinya.

Tapi ada syarat yang harus dipenuhi oleh para pelaku UMKM agar bisa dipromosikan produknya oleh orang nomor satu di Jabar ini. Salah satunya dilibatkan dalam proses desain produk yang dibuat oleh UMKM.

"Dari cerita UMKM yang terdampak COVID-19, saya bertanya, apa yang bisa saya bantu? Ternyata saya punya aset pribadi, yaitu jumlah pengikut (media sosial). Sehingga unggahan saya gampang viral. Amplikasi itu saya manfaatkan untuk hal-hal positif," kata Kang Emil dalam siaran persnya, usai bertemu dengan para pelaku UMKM dari sejumlah daerah di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Senin (26/10).

Dalam pertemuan tersebut, Kang Emil bertemu dengan tujuh pelaku UMKM dari sejumlah daerah. Para pelaku UMKM saling bertukar pikiran dengan Kang Emil, soal dampak pandemi dan keunggulan dari produknya.

"Selain promosi media sosial, saya juga memberikan masukan untuk desainnya, karena kebetulan saya punya skill desain. Misalnya desain sepatunya, desain tasnya. Jadi konsepnya kolaborasi promosi dan desain," ucapnya.

Kang Emil mengakui, banyak pelaku UMKM yang ingin berkolaborasi. Tetapi tak semuanya bisa ia desain dan promosikan, pasalnya ada sejumlah indikator dalam tahap kurasi. Di antaranya selain kualitas, produk pelaku UMKM harus memiliki gerakan sosial (social movement).

"Semoga saya bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan lintas dimensi. Dan saya rasa itulah esensi hidup," katanya.

Salah satu pelaku UMKM asal Pekalongan, Asfa Fuadi, menceritakan latar belakang dirinya membuat produk fesyen berbahan kain tenun. Usahanya bergerak untuk menyelamatkan eksistensi penenun asli Pekalongan.

"Sebelum pandemi saja, banyak penenun yang meninggalkan profesinya karena pendapatan menurun drastis," kata Asfa.

Penurunan pendapatan, kata Asfa, karena produk yang dihasilkan monoton. Tidak sesuai keinginan pasar dan perkembangan fesyen. Berangkat dari situ, ia mulai menciptakan fesyen menarik berbahan tenun.

"Supaya penenun kembali menenun, saya ciptakan produk yang sesuai keinginan pasar supaya banyak dicari masyarakat. Dengan begitu, regenerasi penenun bisa dilakukan," ucapnya.

Akan tetapi, pandemi COVID-19 membuat penghasilan Asfa berkurang lebih dari 90 persen. Roda produksi benar-benar melambat karena jarang ada pembeli.

Oleh karena itu, Asfa berharap dengan kolaborasi bersama Kang Emil, usahanya berangsur pulih dan produknya semakin variatif serta menarik.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Ridwan Kamil. Ini bentuk kolaborasi yang teman-teman (para pelaku UMKM) harapkan," ujarnya.

(yum/mso)