Proyek Amphitheater Geopark Ciletuh Mangkrak Imbas COVID-19

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 15:31 WIB
Proyek amphitheater di Geopark Ciletuh Sukabumi mangkrak.
Foto: Proyek amphitheater di Geopark Ciletuh Sukabumi mangkrak (Istimewa).
Sukabumi -

Proyek pembangunan amphitheatre di kawasan Geopark Ciletuh atau tepatnya di Panenjoan, Desa/Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi mangkrak. Pasalnya anggaran proyek terkena refocusing untuk penanganan COVID-19.

Ade Setiawan salah seorang tokoh masyarakat setempat mengaku hasil proyek berupa bangunan yang ada saat ini hanya berupa pondasi awal dan beberapa bangunan seperti kamar mandi dan toilet. Sayangnya sejumlah bangunan tersebut sudah mulai mengalami kerusakan.

"Proyeknya mangkrak, informasi yang saya dapat katanya terkena pergeseran anggaran penanganan COVID-19 seharusnya dilanjutkan tahun ini. Kalau hasil pembangunan yang tahun 2019 ini enggak tahu, hanya berupa bangunan-bangunan dan pondasian untuk dilanjutkan harusnya di tahun ini," kata Ade kepada detikcom, Kamis (22/10/2020).

Ade mengatakan selain pondasi pihak kontraktor juga melakukan cut and fill dan sudah membangun toilet masih di kawasan itu. "(Toilet) sudah rusak lagi, jelek dan belum ada manfaatnya. Kalau lihat gambar jadinya bagus mungkin menunggu tambahan anggaran namun enggak tahu kapan. Kalau dibiarkan lama malah yang sudah dibangun ini rusak lagi," lanjut Ade.

Informasi yang diperoleh detikcom, pembangunan amphitheater tersebut dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat sebagai fasilitas penunjang pertunjukan seni dan budaya. Proyek tersebut sudah dimulai sejak 2019 dengan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar.

Sementara itu Asep Mulyana, PPK pembangunan amphitheater mengatakan progres pembangunan memang terhambat karena anggaran terkena pergeseran.

"Itu baru tahap pertama, tahun depan diselesaikan anggarannya kena COVID. Amphitheater, rekomendasi dari UNESCO. Rencana Rp 8 miliar lagi di tahun 2021 sekarang sedang di review DED nya, yang kemarin baru struktur dan cut and fill dan beberapa fasilitas kios, WC belum maksimal," kata Asep melalui aplikasi perpesanan.

Terkait adanya kerusakan, Asep memastikan akan disempurnakan melalui anggaran baru. "Yang rusak pasti disempurnakan melalui anggaran baru. Saat pengerjaan kemarin juga melibatkan karang taruna setempat," pungkasnya.

(sya/mso)