Tempat Hiburan Malam di Bandung Harus Tutup Saat Maulid Nabi

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 21:23 WIB
Petugas membersihkan salah satu ruangan saat simulasi pembukaan tempat hiburan di F3X Executive Club, Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat hiburan malam dalam penerapan protokol kesehatan seperti rapid test pengunjung, alat pelindung wajah bagi karyawan, masker, sarung tangan, jaga jarak dan cairan disinfektan seiring tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras.
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Bandung -

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan tempat hiburan malam akan tutup sementara pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tempat hiburan malam yang dimaksud yakni, karaoke dan diskotik. Tempat hiburan malam tersebut harus tutup sementara, meskipun sudah diberikan relaksasi atau izin operasional dari Pemerintah.

"Ya, ada surat edaran yang baru ke luar, karena bertepatan dengan hari besar keagamaan akan ada beberapa tempat hiburan yang kemarin sudah di relaksasi, mulai Rabu 28 Oktober tutup dan bisa dibuka kembali Kamis 29 Oktober 2020," kata Kenny via sambungan telepon, Rabu (21/10/2020).

Selain itu, menurut Kenny selama libur cuti bersama tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung akan melakukan monitoring di area publik dan tempat wisata.

Monitoring itu dilakukan, untuk melihat sejauh mana penerapan protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat serta wisatawan yang datang ke Bandung.

"Pertama nanti akan kita ingatkan lagi mitra kita dari pariwisata baik itu industri hotel, restoran dan cafe kita untuk protokol kesehatannya, kelengkapan sarana prasarananya, mudah-mudahan ada perhatian juga dari dinas kesehatan untuk rapid test, secara random," ungkapnya

Kenny menyebut, penting dilakukan protokol kesehatan yang sangat ketat agar tidak ada klaster baru setelah libur panjang.

"Meskipun nanti banyak kedatangan wisatawan tetap jaga protokol kesehatannya karena kami tidak mau sampai terjadi ada klaster, harus disiplin, wisatawan harus diingatkan dengan cara yang ramah supaya wisatawan merasa nyaman dan diterima di Bandung," sebutnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi berujar, pihaknya siap bekerja sama dengan Disbudpar membantu melakukan pengawasan protokol kesehatan.

"Ya, akan diperbanyak patroli dan akan diperkuat jajaran samping, kita akan bekerjasama dengan Diskar PB untuk logistiknya dan diperbanyak patroli oleh tiga unit Satpol PP," ujar Idris.

(wip/ern)