Habib Luthfi Analogikan Indonesia dengan Sebutir Nasi

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:27 WIB
Habib Luthfi
Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengikuti istighosah kubro yang digelar di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (21/10/2020). Dalam acara yang diikuti oleh ratusan orang itu, Luthfi menganalogikan negara dengan sebutir nasi.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Indonesia sejak 2019 itu mengawali sambutannya dengan asal usul sebutir nasi sehingga bisa dihidangkan di atas meja. Hadir dalam istighosah kubro tersebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Makan saja memberi penghargaan kepada pemberi rezeki. Satu butir nasi yang jatuh, kita angkat lagi. Seandainya kotor kita sisihkan kotorannya. Apakah kita bisa membuat nasi?" kata Luthfi.

"Sebutir nasi yang hadir itu, banyak tangan yang ikut andil di dalamnya. Ada yang menanam bibit, ada yang mencangkul. Lalu seandainya nasi itu dimasak oleh ibu kita, bapak bekerja cari uang setengah mati. Begitu menanak nasi lalu anak-anaknya bilang kurang asing atau terlalu keasinan. Ibu disalahkan. Malu kalau begitu, seharusnya kita tinggal makan saja," tuturnya melanjutkan.

Soal hubungannya dengan negara, Luthfi mengatakan, negara ini pun tak tiba-tiba hadir tanpa adanya andil dari para pendiri bangsa dan leluhur. Baik dari kalangan masyarakat bawah maupun elite, turut andil dalam menggapai kemerdekaan.

"Sebutir nasi kembali yang ikut andil tangan ini banyak, bagaimana bangsa ini? Apakah Indonesia sekonyong-konyong merdeka? Tidak, ribuan tangan yang ikut andil. Dari mulai yang paling bawah ikut andil, bagi yang punya nasionalisme kepada republik ini. Oleh karena itu sejauh mana kita bisa ikut memelihara, sejauh mana kita ikut berkontribusi," ujarnya.

"Boleh saya bertanya tahun 1945, apakah kita sudah ada di Indonesia, tahun 47, 49, 55 sudah hadir? Kita punya kontribusi? Kayak hidangan itu sudah di atas meja, tinggal merasakan, ucapan terima kasih wahai bapakku pendiri bangsa ini. Sejauh mana kita ucapkan terima kasih kepada pendiri dan leluhur bangsa. Sudah punya kontribusi apa? Malu saya kalau merasakan begitu seperti tidak kuat, karena kita masih belum bisa membalas jasa-jasa beliau (para pendiri bangsa)," ucap Luthfi.

Setelah menyampaikan sambutannya, istighosah kubro untuk mendoakan negeri ini pun dimulai. Luthfi meminta agar para jemaah untuk bisa merendahkan hati dalam meminta kepada Maha Pencipta agar bangsa ini dimudahkan dalam menghadapi segala persoalan yang ada.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar para jemaah mendoakan agar Indonesia bisa terbebas dari pandemi COVID-19. Selain itu, pria yang akrab disapa Kang Emil itu mendoakan agar Indonesia bisa dijauhkan dari segala pertikaian. "Agar masyarakat di Indonesia bisa dijauhkan dari pertengkaran yang mungkin mengganggu cita-cita kita," kata Emil.

(yum/bbn)