Round-Up

Teka-teki Penyebab Tewasnya Buruh Garmen di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 07:57 WIB
Buruh garmen di sukabumi diduga dibunuh
Lokasi kontrakan ditemukannya mayar buruh garmen Sukabumi (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Warga Kampung Babakan RT 02 RW 07 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi geger dengan ditemukannya mayat perempuan di dalam kontrakan pada Senin (19/10) malam. Posisi mayat juga disebut tak wajar karena muka tertutup bantal dan tangan teriris pisau.

Polisi turun tangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sejumlah saksi termasuk tetangga terdekat kontrakan juga dimintai keterangan. Berbagai informasi seputar kematian buruh garmen itu mencuat, mulai dari bunuh diri hingga dugaan korban dibunuh.

"Istri saya selesai magrib ingin bertemu dengan korban di kamarnya namun suaminya mengatakan korban sedang keluar dan istri saya saat itu tidak langsung menghampiri kontrakan (hanya dari luar)," kata Indra Haryandi, tetangga kontrakan korban kepada wartawan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Indra kembali ke kontrakan korban. Ia mengantar teman korban yang mengaku sudah janjian untuk bertemu, namun saat dipanggil tidak ada jawaban dari dalam kontrakan. Bahkan pintu kontrakan sempat digedor namun tidak ada respons dari dalam.

Saat itu Indra inisiatif membuka pintu, karena posisi pintu dalam keadaan tidak terkunci. Saat itulah korban ditemukan tergeletak dengan posisi wajah tertutup bantal dan tangan terluka. Tidak ada suami korban di dalam kontrakan itu.

"Saya melihat di pergelangan tangan berdarah ada luka sayat di pergelangan tangan. Kondisi terlentang wajah tertutup bantal," lirih Indra.

Malam itu, Inafis Polres Sukabumi menyasar setiap sudut ruangan kamar kontrakan korban. Posisi kontrakan itu berjajar dengan kamar-kamar lainnya, terdapat beberapa ruangan lain di dalam kamar kontrakan tersebut. Sebuah foto anak kecil juga terpampang jelas di dinding ruangan.

Korban diketahui sudah menikah, bahkan sesaat sebelum ditemukan tewas saksi mengatakan suami korban yang berada di dalam lamar kontrakan. Namun keterangan lain menyebut korban diketahui sedang dalam proses perceraian dengan suaminya.

"Setiap hari dia tidur sendiri, punya suami tapi katanya dalam proses perceraian. Udah maghrib ada suaminya di dalam kontrakan," kata Indra Haryandi, tetangga kontrakan korban kepada wartawan malam tadi.

Tonton juga video 'Cai Changpan Diduga Tewas Gantung Diri 14,5 Jam Sebelum Ditemukan':

[Gambas:Video 20detik]



Indra mengaku sempat berfirasat tak enak saat suami korban berada di dalam kamar kontrakan, saat itu suami korban seperti kaget. "Istri saya sempat bertemu dengan suaminya, raut wajah dia kayak yang kaget lalu nutup pintu," tutur Indra yang memang tinggal bersebelahan dengan kontrakan korban.

Autopsi dilakukan, sejumlah kejanggalan ditemukan di jasad perempuan yang sebelumnya sempat dikabarkan bunuh diri tersebut. Selain luka lebam, diketahui sayatan di tangan perempuan malang itu dangkal alias tidak tembus sampai ke urat nadi.

"Atas permintaan Kapolsek Cibadak, kami melakukan pemeriksaan jenazah. Ditemukan ada beberapa kekerasan tumpul di leher dan kekerasan tajam di lengan sebelah kanan. Ada sayatan di lengan kanan bawah hanya kedalamannya dangkal," kata Arif Wahyono dokter forensik RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi kepada awak media, Selasa (20/10/2020).

Selain memeriksa adanya luka, petugas juga memeriksa sampel cairan di tubuh korban. Salah satunya cairan yang akan diperiksa adalah cairan sperma dari alat kelamin korban.

"Hasil otopsi kita ambil beberapa sampel cairan sperma korban untuk di uji lab dan hasilnya kita serahkan pada pihak kepolisian Polsek Cibadak Resor Sukabumi," ujar Arif.

Kapolsek Cibadak Kompol Hadi Santoso membenarkan adanya kejanggalan di tubuh Imas, buruh garmen yang ditemukan tewas di kamar kontrakan. Hal ini berdasar temuan dokter forensik yang mengotopsi jasad Imas.

"Merujuk dari visum yang dilakukan dokter forensik yang sama-sama kita dengar ada kekerasan tumpul di leher dan kekerasan senjata tajam di tangan. Hal ini membuat kami terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus tersebut," kata Hadi.

Saat ditanya apakah ada indikasi pembunuhan di balik kematian Imas, Hadi tidak membantah. "Kalau merujuk pada keterangan dokter kan seperti itu, enggak mungkin bisa meninggal sendiri tanpa orang lain kan berarti ada pelakunya," pungkas Hadi.

(sya/mud)