Round-Up

Teka-teki Penyebab Tewasnya Buruh Garmen di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 07:57 WIB
Buruh garmen di sukabumi diduga dibunuh
Lokasi kontrakan ditemukannya mayar buruh garmen Sukabumi (Foto: istimewa)

Indra mengaku sempat berfirasat tak enak saat suami korban berada di dalam kamar kontrakan, saat itu suami korban seperti kaget. "Istri saya sempat bertemu dengan suaminya, raut wajah dia kayak yang kaget lalu nutup pintu," tutur Indra yang memang tinggal bersebelahan dengan kontrakan korban.

Autopsi dilakukan, sejumlah kejanggalan ditemukan di jasad perempuan yang sebelumnya sempat dikabarkan bunuh diri tersebut. Selain luka lebam, diketahui sayatan di tangan perempuan malang itu dangkal alias tidak tembus sampai ke urat nadi.

"Atas permintaan Kapolsek Cibadak, kami melakukan pemeriksaan jenazah. Ditemukan ada beberapa kekerasan tumpul di leher dan kekerasan tajam di lengan sebelah kanan. Ada sayatan di lengan kanan bawah hanya kedalamannya dangkal," kata Arif Wahyono dokter forensik RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi kepada awak media, Selasa (20/10/2020).

Selain memeriksa adanya luka, petugas juga memeriksa sampel cairan di tubuh korban. Salah satunya cairan yang akan diperiksa adalah cairan sperma dari alat kelamin korban.

"Hasil otopsi kita ambil beberapa sampel cairan sperma korban untuk di uji lab dan hasilnya kita serahkan pada pihak kepolisian Polsek Cibadak Resor Sukabumi," ujar Arif.

Kapolsek Cibadak Kompol Hadi Santoso membenarkan adanya kejanggalan di tubuh Imas, buruh garmen yang ditemukan tewas di kamar kontrakan. Hal ini berdasar temuan dokter forensik yang mengotopsi jasad Imas.

"Merujuk dari visum yang dilakukan dokter forensik yang sama-sama kita dengar ada kekerasan tumpul di leher dan kekerasan senjata tajam di tangan. Hal ini membuat kami terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus tersebut," kata Hadi.

Saat ditanya apakah ada indikasi pembunuhan di balik kematian Imas, Hadi tidak membantah. "Kalau merujuk pada keterangan dokter kan seperti itu, enggak mungkin bisa meninggal sendiri tanpa orang lain kan berarti ada pelakunya," pungkas Hadi.

Halaman

(sya/mud)