Pergerakan Tanah, 26 Warga Sumedang Terpaksa Mengungsi

Muhamad Rizal - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 19:29 WIB
Akibat pergerakan tanah, sejumlah warga Sumedang terpaksa mengungsi
Akibat pergerakan tanah, sejumlah warga Sumedang terpaksa mengungsi (Foto: Muhamad Rizal)
Sumedang -

Warga di Dusun Bojongtotor, Desa Sirnamulya Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, terpaksa mengungsi. Pergerakan tanah yang terjadi mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat pada hari Minggu (18/10).

Bahkan, kerusakan pada sejumlah rumah warga dan amblesnya jalan penghubung antara Desa Sirnamulya dan Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong itu diduga akibat adanya getaran alat berat dari proyek Jalan Tol Cisumdawu ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Pantauan detikcom, sebanyak 7 rumah di kawasan tersebut mengalami rusak berat, sehingga pemilik rumah terpaksa mengungsi sementara waktu ke rumah tetangga dan keluarganya.

Menurut warga setempat, Ano (40) mengatakan saat terjadi getaran yang mengakibatkan terjadinya pergerakan tanah, warga setempat sempat panik karena selain rumah retak, jalan penghubung di dekat Jalan Tol Cisumdawu itu nyaris longsor.

"Ini tanah (tebing jalan) mau longsor aja, akibat getaran alat berat, warga juga panik," saat ditemui di dekat rumahnya, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut, Ano mengatakan, sebetulnya pergerakan tanah tersebut sudah terjadi sejak lama, namun untuk saat ini kondisinya semakin parah hingga menyebabkan sejumlah rumah warga rusak berat begitupun dengan jalan yang ambles.

Ia mengatakan bahwa sebagian wilayah Bojongtotor terkena proyek pelebaran jalan tol, namun baru sebagian yang dilebarkan sehingga warga masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

"iya ini kan kena pelebaran mudah-mudahan cepat dibayar. Karena baru sebagian yang di bayar," ujar Ano.

Sementara itu, Camat Sumedang Utara, Nandang Suherman mengatakan warga yang terkena pergerakan tanah kini mengungsi ke tempat yang lebih aman. Menurutnya, tanah bergerak akibat tanah yang labil, dan intensitas hujan yang tinggi.

"Untuk sementara rumahnya tidak boleh dihuni, karena khawatir pergerakan tanahnya melebar dan membahayakan penghuninya, apalagi sekarang memasuki musim penghujan," kata Suherman.

Menurutnya, Bojongtotor masuk dalam wilayah pembebasan lahan untuk proyek Tol Cisumdawu. Namun, warga di sana belum pindah karena belum dilakukan pembayaran ganti rugi.

"Sudah ada resume dari PT. Wika selaku pengembang bahwa Bojongtotor ini menjadi yang dibebaskan. Oleh karena itu saya akan segera menemui PT. Wika terkait pembayaran ganti rugi segera dibayarkan," katanya.

Selain Bojongtotor, terdapat 7 KK di Dusun Cibitung, Desa Sirnamulya yang minta lahan dan bangunan mereka untuk dibebaskan, karena mereka khawatir akan terdampak proyek pembangunan Tol Cisumdawu.

"Kalau surat pengajuan sudah terus menerus kami sampaikan, mudah-mudahan bisa secepatnya direalisasikan," ucap Rahmat.

(mud/mud)