Korupsi RTH, Eks Anggota DPRD Bandung Dituntut 6 dan 4 Tahun Penjara

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 22:42 WIB
Sidang korupsi RTH Kota Bandung
Sidang korupsi RTH Kota Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Dua mantan anggota DPRD Kota Bandung dituntut enam dan empat tahun penjara. Keduanya terbukti melakukan tindak pidana korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung.

Tuntutan dibacakan oleh Jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Senin (19/10/2020) malam. Butuh waktu berjam-jam bagi Jaksa untuk membacakan surat tuntutan setebal seribu halaman lebih itu.

Dalam sidang tuntutan ini, Jaksa KPK membacakan tuntutannya bagi dua terdakwa yakni Tomtom Daabul Qamar dan Kadar Slamet. Keduanya merupakan mantan anggota DPRD Kota Bandung.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa satu Tomtom selama enam tahun dan denda Rp 150 juta subsidair kurungan enam bulan. Menjatuhkan terdakwa dua Kadar Slamet hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsidair kurungan enam bukan," ucap Jaksa KPK Khaerudin saat membacakan amar tuntutannya.

Jaksa menilai keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

Dalam amar tuntutannya, Tomtom diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 7,1 miliar atau diganti kurungan 2 tahun. Sedangkan Kadar Slamet diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 5,8 miliar atau diganti kurungan selama 4 tahun.

Jaksa KPK juga membacakan hal yang meringankan dan memberatkan. Hal memberatkan keduanya tidak mendukung upaya pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi. Jaksa juga menilai Tomtom berbelit-belit saya diperiksa. Sementara Kadar pernah dihukum.

Sedangkan untuk hal meringankan, Kadar Slamet menjadi justice collaborator (JC), berterus terang sehingga tak menyulitkan KPK. Kadar juga sudah mengembalikan kerugian negara.

Kuasa hukum Kadar Slamet, Rizky Rizgantara menuturkan tuntutan terhadap kliennya ini lebih ringan dibanding Tomtom. Menurut dia, tuntutan yang lebih ringan lantaran JC yang diajukan Kadar diterima KPK.

"Permohonan JC juga dikabulkan. Memang klien kami memenuhi kriteria sebagaimana yang telah dibacakan jaksa KPK dalam tuntutan tadi," katanya.

(dir/mud)