Rencana Tatap Muka SMA/SMK Bulan Desember, Ini Kata Pemprov Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 21:09 WIB
13-year-old student Chaimaa Talaaloute wears a face mask in the classroom at Mansour Eddahbi College in the Derb El Kabir district of the AL Fida prefecture in Casablanca, Morocco, on Monday, Oct. 5, 2020. Today it is the start of the school year in Casablanca, with a delayed start due to the COVID-19 pandemic. (AP Photo/Abdeljalil Bounhar)
Ilustrasi (Foto: AP/Abdeljalil Bounhar)
Serang -

Rencana sekolah tatap muka untuk tingkat SMA/SMK di Provinsi Banten belum bisa diputuskan apakah bisa dilaksanakan di bulan Desember sesuai rencana Pemprov Banten. Kondisi ini masih tergantung dengan perkembangan penyebaran virus Corona.

Gubernur Wahidin Halim mengatakan, sebagian siswa melakukan tatap muka bersama guru dengan mempertimbangkan apakah memiliki pulsa dan ada tidaknya jaringan internet.

"Kemarin sudah sebagian jalan, kondisional. Artinya nggak punya pulsa datang," kata Wahidin di Serang, Senin (19/10/2020).

Jika siswa yang tidak memiliki pulsa, mereka sendiri sudah diberi bantuan pulsa kerja sama Pemprov dan pihak provider. Itu pun menurutinya cukup untuk sampai akhir tahun.

Khusus daerah blank spot internet seperti di beberapa tempat di Lebak dan Pandeglang, siswa dilayani untuk belajar. Tatap muka difasilitasi dengan jumlah siswa yang terbatas atau mereka datang ke sekolah dan menggunakan fasilitas internet.

Di luar dua daerah di atas, blank spot menurutnya relatif tidak ada. Namun, bagi siswa yang tak memiliki pulsa, mereka diberi bantuan agar tetap belajar secara online.

"Jadi diarahkan, bagi yang nggak punya pulsa didorong menerima bantuan pulsa," pungkasnya.

Banten sendiri sejatinya masih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 20 Oktober. Data per hari ini pukul 18.00 WIB, hanya tinggal Tangerang Selatan (Tangsel) yang masih berada di zona merah karena Corona. Tujuh daerah lain yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Serang, Pandeglang, Lebak, Cilegon dan Serang berstatus zona oranye. Total kasus keseluruhan mencapai 7.700 orang terkonfirmasi positif.

(bri/mud)