Tasik Masih Darurat Bencana, Puluhan Warga Mengungsi dan Makam Tergerus Longsor

Deden Rahadian - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 13:15 WIB
Makam di tasikmalaya tergerus longsor
Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya -

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat masih memberlakukan Tanggap Darurat Bencana hingga senin (19/10/2020). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya jumlah bencana mencapai 46 titik. Longsor 33 titik dan banjir 12 titik serta kebakaran satu titik.

"Tanggap darurat bencana masih diberlakukan sampai senin (19/10/2020). Tapi kami masih mengkaji, kemungkinan tanggap darurat bencana ditambah menjadi dua pekan. Alasanya memang masih ada lokasi bencana yang masih pemulihan seperti jalan ambles", Ucap Irwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabaupaten Tasikmalaya dihubingi Sabtu (17/10/2020).

Akibat bencana yang terjadi pekan lalu, seorang warga Kecamatan Gunungtanjung tewas tertimpa longsor. Sementara 31 warga Kecamatan Bantarkalong terpaksa mengungsi di Tenda Pengungsian. Pemukiman warga terdampak longsor hingga tak layak huni.

"Ada yang wafat satu yah warga Gunung Tanjung. Dan 31 warga Bantarkalong sekarang mengungsi di Tenda darurat", Tambah Irwan.

Longsor juga menimpa areal Makam di Kecamatan Parungponteng. Puluhan makam terbawa longsor. Sejumlah kain kafan tampak dibibir longsoran makam.

Keluarga belum bisa memindahkan areal makam karena lokasi masih rawan longsor susulan.

"Pemakaman longsor, kita masih data juga berapa makam yang tergerus", kata Irwan.

Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya masih melakukan pendataan jumlah kerugian material. Tetapi, Sejumlah Ruas Jalan masih belum bisa dilalui akibat longsor.

"Jalan Sodonghilir yang putus misalnya belum bisa di lintasi ini. Kita sedang upayakan perbaikan dengan Dinas Terkait", tambah Irwan.

(ern/ern)