Sejumlah Orang Positif Corona, Balai Wyata Guna Bandung Ditutup 14 Hari

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 17:47 WIB
Simulasi bencana gempa digelar di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna, Kota Bandung. Para siswa tampak panik karena tidak diberi tahu mengenai simulasi itu.
Balai Wyata Guna Bandung (Foto: Tri Ispranoto)
Bandung -

Balai Rehabilitasi Disabilitas Wyata Guna Bandung ditutup sementara setelah ditemukannya sejumlah orang terkonfirmasi positif COVID-19. Penutupan dilakukan sejak 7 Oktober hingga 14 hari ke depan, atau berakhir pada 21 Oktober 2020.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Darsono mengatakan, sebagian besar orang yang terpapar virus Corona di Wyata Guna adalah orang tanpa gejala (OTG). Ia akui sempat terkejut, ketika mendapati hasil tes usap (swab test) padahal satu pekan sebelumnya dinyatakan non reaktif dari hasil rapid test.

"Jadi kita seminggu sebelumnya melakukan rapid test, hasil rapid test non-reaktif. Tapi kita ingin benar-benar aman agar terhindar, oleh karena itu tanggal 5 Oktober diswab semua, peserta tesnya hampir 100 orang," ujar Darsono ketika dihubungi detikcom, Jumat (16/10/2020).

"Hasil tesnya keluar keesokan harinya (6 Oktober). Melihat hasilnya saya cukup tercengang dengan jumlah yang terpapar, dari situ kami mengambil langkah-langkah, kami langsung bekerja WFH, yang terpapar diisolasi. Isolasi mandiri karena ini instruksi (dari Dinkes), ada yang diisolasi di rumah, dan sebagian besar di balai," imbuhnya. Ia tak merinci berapa jumlah orang yang terpapar di Balai Wyata Guna.

Penutupan sementara pun dilakukan sementara untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19. Setelah beberapa hari menjalani isolasi, tes usap lanjutan pun dilakukan dan hasilnya sebagian besar telah dinyatakan sembuh. "Hanya tinggal satu orang yang masih harus melanjutkan isolasi mandiri, karena masih positif," tuturnya.

"Memang 14 hari kerja ya, yang satu masih diisolasi karena baru 10 hari," katanya.

Kompleks balai kemudian disterilisasi dengan menggunakan disinfektan, hal itu pun sedianya memang rutin dilakukan selama pandemi ini berlangsung. Insya Allah kita akan buka kembali dengan protokol yang sangat ketat, karena ada yang masih harus diisolasi. Penelusuran pun dilakukan alhamdulillah sebagian keluarga ada yang semua negatif, ada beberapa keluarga yang memang sudah terpapar anak dan istrinya," katanya.

Kejadian ini, ujar Darsono, memberikan pelajaran yang berharga mengenai penanganan COVID-19. Ia pun menekankan agar warga pada umumnya tidak minder atau takut untuk memeriksakan diri dari COVID-19 ke lembaga yang berkompeten.

"Setidaknya setelah diketahui akan lebih cepat ditangani, kita tidak tahu siapa OTG nah dengan pemeriksaan kita bisa memetakan, begitu sembuh pun akan terbentuk imunitas yang alami," katanya.

(yum/mud)