Ini Kata Wabup Hengky Kurniawan Usai Suntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 16:00 WIB
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.
Foto: Wabup Bandung Barat Hengky Kurniawan (Siti Fatimah/detikcom).
Bandung -

Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan, salah satu dari pejabat di Bandung yang menjadi relawan vaksin COVID-19 Sinovac. Dia telah mendapatkan suntik vaksin pertamanya, Jumat (16/10/2020).

Sebelum menjalani penyuntikan, dia telah melakukan beberapa tahapan sebelumnya. Mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga tes swab.

Setelah hasil swabnya dinyatakan negatif COVID-19, Hengky kemudian menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac, di Puskesmas Garuda, Kota Bandung.

Pantauan detikcom pukul 13.35 WIB, Hengky tiba dengan menggunakan kaos merah putih di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, terlambat setengah jam dengan waktu yang dijadwalkan yaitu pukul 13.00 WIB.

Sebelum masuk ke dalam Puskesmas, dia juga menggunakan kartu relawan, masker, dan mencuci kedua tangan sebagai salah satu poin utama protokol kesehatan COVID-19.

Hengky mengatakan, penyuntikan kali ini dia dalam kondisi fisik yang sehat. "Kesiapan fisik alhamdulillah hari ini sehat wal afiat, tidak dalam keadaan flu atau batuk. Masih hampir sama dengan kemarin nanti datang lagi kemudian pemeriksaan fisik, pernapasan, baru penyuntikan," kata Hengky sesaat sebelum melakukan suntik vaksin.

Usai melakukan penyuntikan, Hengky mengaku belum merasakan efek samping seperti nyeri atau demam. Dia mengatakan, saat selesai suntik vaksin biasanya efek samping dirasakan pada 30 menit pertama.

"Sekarang sih belum terlalu kerasa nyeri yah tapi memang kalau 30 menit ke depan ada nyeri baru kita periksa lagi," kata Hengky saat ditemui seusai suntik vaksin di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung.

Kemudian, setelah menjalani suntik vaksin pertama ini, selanjutnya dia dijadwalkan akan mendapatkan suntik vaksin kedua setelah 12 hari ke depan atau 2 November 2020. Apabila selama selang waktu tersebut mengalami gejala, Hengky mengatakan, akan menuliskan gejala tersebut dalam buku harian yang diberikan.

"Nanti kita dibekali buku harian untuk melaporkan kalau misalnya ada nyeri, demam, kemudian ada gejala-gejala lain kita mengisi di buku itu. 12 hari ke depan tanggal 2 November kembali lagi untuk penyuntikan kedua," ujarnya.

(mso/mso)