Peternak Domba di Majalengka Ini Sukses Ekspor ke Uni Emirat Arab

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 13:26 WIB
Peternak domba di Majalengka ini berhasil tembus pasar Uni Emirat Arab
Peternak domba di Majalengka ini berhasil tembus pasar Uni Emirat Arab (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Aljun Farm merupakan sebuah showroom penjualan domba yang terletak di Desa Majasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Siapa sangka, penjualan domba di showroom milik Aljun Hendro (44) ini bisa menembus pasar ekspor hingga ke Uni Emirate Arab (UEA).

Saat ditemui di rumahnya Jumat (16/10/2020), Hendro mengatakan dalam setahun dirinya bisa mengekspor 100 ekor domba Garut pilihan ke UEA.

"Kalau satu tahun jadwal pengiriman dua kali, Februari dan Desember biasanya. Sekali ekspor 50 ekor karena sekali penerbangan cuma boleh 50 ekor," kata pria yang akrab disapa Edo ini.

Menurutnya domba-domba yang di ekspor ke UEA tentu memiliki standar khusus. Ia menjelaskan domba yang di ekspor minimal harus memiliki panjang tanduk 30 centimeter.

"Tentu ada standarnya, panjang satu tanduk minimal 30 centimeter, berat badan di atas 65 kilogram, punya bulu dan kuku yang bagus dan tentunya harus dalam kondisi sehat," lanjutnya.

Satu ekor domba Garut pilihan yang di ekspor ke UEA dihargai 900 hingga 1.200 USD. Harga itu tentu sesuai dengan kesepakatan dengan pembeli yang terlebih dahulu melihat domba melalui foto yang dikirim Edo.

Edo juga mengatakan, masyarakat UEA biasanya membeli domba Garut untuk dibudidaya. Selain itu, tidak sedikit pula yang memanfaatkan tanduk domba Garut sebagai pajangan.

"Biasanya dagingnya diambil kemudian kulit dan tanduk digunakan untuk pajangan. Tapi banyak juga yang dibudidaya," ucap Edo.

Edo sendiri sudah 14 tahun bergelut sebagai peternak domba. Namun baru dua tahun terakhir ini dirinya mulai mengekspor domba Garut ke UEA.

Di massa pandemi Covid-19 ini kata Edo, ekspor domba ke UEA terkendala karena tidak adanya penerbangan dan ketatnya izin. Bahkan pada Februari kemarin, dirinya tidak mengirim domba.

"Pandemi membuat ekspor terkendala karena penerbangan ditutup. Bulan Februari kemarin saya tidak ekspor, untuk Desember nanti memang sudah ada pesanan tapi masih harus konsultasi dengan balai karantina dulu," pungkasnya.

(mud/mud)