Gelar Webinar, Istri Walkot Sukabumi Bahas soal Pelakor di Masa Pandemi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 08:50 WIB
Flyer webinar antisipasi Pelakor di masa pandemi.
Foto: Istimewa
Sukabumi -

Sebuah flyer bertema unik soal undangan webinar (seminar online) ramai jadi pembahasan pengguna aplikasi perpesanan dan media sosial. Menariknya, gelaran webinar itu membahas soal 'Antisipasi Pelakor di Masa Pandemi' dan yang menjadi salah satu pembicaranya adalah istri Wali Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi.

Selain Fitri Hayati Fahmi, terlihat juga foto Sufiani Dida Sembada, istri dari Sekda Kota Sukabumi dan dokter Wahyu Handriana juru bicara Satgas COVID-19 Kota Sukabumi. Masih di flyer yang sama, terlihat logo Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sukabumi dan waktu pelaksanaan webinar yakni Jumat 16 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB-Selesai.

"Itu sebenarnya membahas tentang COVID-19, Pelakor itu singkatan dari Penyakit Lansia dan Komorbid jadi memang sengaja kami bikin tema webinar menarik intinya tentang Covid supaya ibu-ibu dharma wanita paham. Seharusnya memang kalimat pelakornya tertulis miring," kata Wahyu Handriana, salah satu pembicara dalam webinar tersebut seraya tertawa, Jumat (16/10/2020).

Komorbid dijelaskan Wahyu merupakan penyakit penyerta, sebuah istilah dalam dunia kedokteran. Sesuai tema yang dibuat nyeleneh materi pembahasan berat akan dibuat ringan dan mudah dimengerti oleh peserta yang merupakan anggota Dharmawanita.

"Kegiatan internal Dharmawanita, supaya ibu-ibu itu mau ikut zoom, kan ada permintaan dari ketua DWP Kota Sukabumi katanya supaya menarik dok tema covidnya yang bagus. Saya buat sederhama yang bisa dipahami oleh mereka," lanjut Wahyu.

"Pembahasan jadi sebenarnya kita menceritakan tentang COVID nya dulu, proses pencegahan, kemudian kita menceritakan tentang Komorbid. Bagaimana orang yang punya diabetes, orang lansia, lansia tuh apa sih semuamya kita gali disitu. Mereka yang bisa dikatakan rentan terhadap Covid," jelas Wahyu menambahkan.

Menurut Wahyu, lansia dan yang punya komorbid seperti diabetes hipertensi adalah orang-prang yang rentan meninggal ketika terkena Covid.

"Jadi bagaimana menyikapi mereka, kan mereka tambah susah, lansia ga boleh kemana mana tapi mereka harus kontrol. Ada lansia meninggal karena covid, keluarganya mengatakan dia bisa terpapar dari mana orang dia enggak kemana-kemana. Dia lupa yang kemana kemana itu keluarganya yang lain, ini yang kita jelaskan nanti," lanjut Wahyu.

Kembali ke soal tema, Wahyu menjelaskan tema tersebut sederhana sosialisasi Covid dibuat menarik yang merupakan ide dari tim Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

"Itu dari kami yang punya ide dari Promkes. Kita bicara Covid tapi dibuat menarik, terutama bicara tentang penyakit tidak menular. Bagaimana kita membicarakan penyakit tidak menular dan penyakit covid yang saat ini ada. Akhirnya kita singkat saja menjadi penyakit lansia dan komorbid. Sebenarnya (ide awal tema) mau Antisipasi Kematian Akibat Pelakor di masa pandemi. Pelakor itu harusnya miring," pungkas dia.

Dihubungi melalui aplikasi perpesanan, Fitri Hayati Fahmi mengatakan kegiatan itu hanya sosialisasi kesehatan biasa dan terkait juga dengan COVID-19. "Sosialisasi kesehatan masa pandemi spt biasa, protokol kesehatan COVID-19," singkatnya seraya menyertakan emoticon tersenyum.

(sya/mso)