Pendapatan Pajak Kota Bandung Masih di Bawah Target Imbas COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 15:31 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung sudah melakukan relaksasi terhadap operasional kegiatan usaha di tengah pandemi COVID-19. Namun kebijakan tersebut belum berdampak positif terhadap pendapatan pajak di kota berjuluk Paris van Java ini.

Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung Gungun Sumaryana mengungkapkan dari sembilan mata pajak yang dikelola, hampir semuanya mengalami penurunan pendapatan.

"Kewenangan BPPD mengelola pajak, mulai dari hotel, restoran, hiburan, parkir, penerangan jalan, BPHTB, PBB, Reklame dan Pajak Air Tanah. Semuanya terdampak, cuma memang penerangan jalan tidak terlalu (terdampak)," ucap Gungun, di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2020).

Ia mengungkapkan, saat ini ada beberapa jenis pajak yang pendapatannya mulai naik seperti restoran dan kafe. Menurutnya, dalam kondisi normal, pendapatan pajak dari tempat makan bisa mencapai Rp 30 miliar per bulan.

"Ketika pandemi turun menjadi Rp 10 miliar, tapi sekarang sudah kembali naik ke angka Rp 15 miliar lagi per bulan, mudah-mudahan ini terus naik," ungkapnya.

Menurutnya, BPPD menargetkan pendapatan dari pajak Rp 2,7 triliun di tahun 2020. Namun, karena pandemi COVID-19 targetnya pun diturunkan menjadi Rp 1,7 triliun. Hingga Rabu 14 Oktober 2020, BPPD baru mengumpulkan Rp. 1,1 triliun.

"Perolehan pajak sampai dengan Oktober perhari kemarin, sudah mencapai Rp 1,1 triliun dari target sekarang itu Rp 1,7 triliun, jadi memang ini ada penurunan dan sangat berdampak signifikan dari pandemi COVID-19 ini," jelasnya.

Pihaknya optimistis mengejar sisa pendapatan pajak agar mencapai target diakhir tahun 2020. Sebab, menurutnya saat ini secara bertahap sumber pajak sudah kembali aktif.

"Kita harus optimistis mengejar target, karena sekarang tempat-tempat sudah mulai aktif lagi, kita pun akan melakukan koordinasi intens dengan para notaris agar mengimbau warga melakukan peralihan haknya (Tanah dan bangunan) agar dipercepat supaya menjadi capaian target," ujarnya.

(wip/mso)