Muluskan Jalan di Selatan, Pemkab Bandung Barat Ngutang Rp 285 M

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 17:29 WIB
Pejalan kaki menyebrang Jalan di area zebra cros.   dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Foto: Dikhy Sasra)
Bandung Barat -

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berutang Rp 285.500.400.000 ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang merupakan salah satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan.

Uang sebesar itu rencananya akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jalan kabupaten di wilayah Bandung Barat bagian selatan, seperti Gununghalu, Rongga, Cipongkor, dan daerah lainnya.

Peminjaman tersebut sebetulnya sudah diajukan sejak bulan April. Namun mengingat ada pandemi COVID-19 maka peminjaman tersebut dihentikan sementara.

"Di bulan Agustus kita kembali mengirimkan surat untuk melanjutkan program pinjaman ini, sehingga dipastikan perbaikan ruas jalan di wilayah selatan bakal terealisasi secepatnya," ungkap anggota Komisi III DPRD KBB, Pither Djuandis, Selasa (13/10/2020).

Pither menjelaskan awalnya ada kekhawatiran dari DPRD KBB terkait peminjaman tersebut. Selain jumlahnya yang sangat besar, proses pengembalian pinjaman yang lamanya tiga tahun dikhawatirkan melewati batas waktu masa jabatan bupati pada 20 September 2023.

"Awalnya memang ada beberapa kekhawatiran namun semua clear. Karena kalaupun Pemda KBB tidak bisa membayar, maka jaminannya Menteri Keuangan langsung. Tinggal kami minta perencanaan dan pengawasan oleh Dinas PUPR benar-benar dilakukan agar kualitas pekerjaannya maksimal," katanya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR KBB Aan Sofyan menyebutkan rencananya anggaran sebesar itu akan digelontorkan untuk perbaikan dan pembangunan ruas Jalan Selacau-Cililin sepanjang 52,37 KM dan Rancapanggung-Baranangsiang 19,9 KM.

"Pengerjaannya dilakukan selama 10 bulan dan lelang dilakukan November, jadi Januari 2021 pengerjaan fisik bisa dilakukan. Nantinya ruas jalan ke wilayah selatan rata-rata memiliki lebar 8 meter dan didominasi beton," ucapnya.

Ruas jalan itu terbagi atas
Jalan Selacau-Cililin, Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta-Celak, Celak-Gununghalu, Bunijaya-Cilangari, Cilangari-Cisokan, Rancapanggung-Cijenuk, Cijenuk-Sarinagen, dan Sarinagen-Baranangsiang. Selain itu ada pembangunan Jembatan Tajim di perbatasan Celak dan Sindangkerta yang akan dibangun dengan lebar 5 m dan panjang 21 m.

"Nantinya akan ada konsultan pengawas yang mengawasi proses pekerjaan termasuk juga dari unsur forkopimda untuk mengantisipasi persoalan non teknis," ucapnya.

(mud/mud)