Pemkot Bandung Belum Serahkan 3 Terminal Tipe B ke Pemprov Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 13:06 WIB
Terminal Ledeng Bandung.
Foto: Terminal Ledeng Bandung (Istimewa).
Bandung -

Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) baru mengelola tujuh dari 14 terminal B yang seharusnya dikelola oleh Pemprov Jabar. Tujuh terminal lainnya, masih belum selesai proses P3D atau alih kelolanya dari kabupaten/kota. Tiga terminal di antaranya berada di Kota Bandung.

Kadishub Jabar Hery Antasari mengatakan, belum diserahkannya tujuh terminal di Jabar ini menjadi hambatan tersendiri dalam pengelolaan dan penataan. Padahal, Pemprov Jabar tengah berupaya untuk memoles terminal-terminal tipe B tersebut menjadi terminal juara.

"Memang saat ini dari 14 terminal ini ada tujuh yang masih belum selesai P3D-nya (Pengalihan Personel, Peralatan, Pendanaan, dan Dokumen). Ada yang betul-betul belum selesai sama sekali, berita acaranya belum dibuat, seperti di Kota Bandung ada tiga, (Terminal) Ciroyom, Stasiun Hall, dan Ledeng," kata Hery, Senin (12/10/2020).

Hery mengatakan, empat terminal lainnya yang belum tuntas proses P3D-nya yakni terminal di Pangandaran, Singaparna Tasikmalaya, Losari Indramayu dan Pameungpeuk Garut.

"Ada tujuh yang sudah siap, artinya sudah clean and clear dari sisi P3D-nya, yaitu Leuwiliang, Cikarang, kemudian juga Cileungsi, Palabuhanratu, itu di wilayah I. Kemudian tiga lagi ada di wilayah IV Ciayumajakuning Subang, yaitu Terminal Ciledug, Indramayu, dan Sumber," ujarnya.

Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 550.22/Kep.1197/Dishub/2019, semua terminal tipe B dikelola oleh Pemprov. Salah satunya, terdapat angkutan lalu lintas daerah yang berada di dalamnya.

"Bisa dikatakan saat ini baru kita lakukan rehabilitasi ringan, sedang, dan ini tidak secara signifikan mempengaruhi fungsi, dan juga simbolisasi bahwa pemprov sudah hadir di sana untuk melakukan perubahan besar setelah dialihkan dari kota/kabupaten," ungkap Hery.

Sedangkan untuk tujuh terminal yang belum tuntas P3D-nya belum bisa dilakukan penataan secara signifikan. "Kita harus bisa melakukan sesuatu membangun dari awal, baik fisik, konstruksi, sistemnya, manajemennya, pengelolaannya, dan lain sebagainya agar menjadi mewakili sebagai Terminal Juara sesuai dengan jargon Jabar Juara," ucapnya.

Hambatan lainnya, selain proses alih kelolai ni, pandemi COVID-19 membuat anggaran penataan terminal di Dishub Jabar teralihkan untuk penanganan wabah. Kendati begitu, Hery memahami situasi tersebut.

"Begitu kita akan take off menangani terminal ini, ada pandemi COVID-19, ada refocusing anggaran, dan lain sebagainya. Tapi, selayaknya pada 2021 mulai kita harus take off lagi untuk menangani terminal ini," tutur Hery.

Untuk penataan terminal Tipe B tersebut, alokasi anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Namun, hal itu akan sejalan dengan berbagai sarana dan prasarana yang bakal dihadirkan. Satu terminal akan menghabiskan Rp 50 - 60 miliar dengan visi digitalisasi layanan.

"Ini belum tuntas karena belum diketuk palu (untuk tahun anggaran) 2021 dan selanjutnya 2022. Tapi, dalam proses ini hampir finalisasi. Ada dua terminal yang masuk untuk mulai dibangun 2021, itu adalah Terminal Ciledug dan Terminal Cikarang," ucapnya.

"Itu menggunakan mekanisme tahun jamak dan ini dewan sudah menyetujui melalui KUA PPAS-nya bahwa ada wacana akan bertambah nominal dua atau tiga. Tapi kita tunggu saja sampai nanti diketuk tahun 2021 anggarannya," katanya.

(yum/mso)