298 Gardu Terendam Banjir di Garut Selatan, Begini Langkah PLN

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:47 WIB
PT PLN (Persero) Unit Distribusi Jawa Barat menghentikan operasi 298 gardu listrik yang terdampak banjir bandang di wilayah selatan Kabupaten Garut, Senin (12/10/2020). Pasalnya, gardu listrik tersebut ada yang terendam air sisa genangan banjir.
Gardu PLN di Garut terendam banjir. (Foto: dok.PLN)
Bandung -

PT PLN (Persero) Unit Distribusi Jawa Barat menghentikan operasi 298 gardu listrik yang terdampak banjir bandang di wilayah selatan Kabupaten Garut, Senin (12/10/2020). Pasalnya, gardu listrik tersebut ada yang terendam air sisa genangan banjir.

General Manager PLN Unit Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan pemantauan gardu di lokasi banjir tetap dilakukan sambil mematikan operasi gardu agar tak terjadi sengatan listrik. "Kami tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi terdampak banjir sementara kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik," ujar Agung.

Beberapa titik yang terdampak banjir berlokasi di Pameungpeuk, Cibalong, Cikelet, Neglasari, Pameungpeuk Kota dan sebagian wilayah Bungbulang. Terkait pemadaman ini, Agung mengharapkan pengertian dari masyarakat. "Hal ini terpaksa kami lakukan demi keselamatan warga yang terdampak banjir," katanya.

Ia mengimbau agar warga yang terdampak banjir untuk mematikan listrik dari meteran, mencabut peralatan listrik yang tersambung ke stop kontak, menaikkan alat elektronik ke tempat aman dan bila kesulitan mematikan aliran listrik , bisa menghubungi petugas melalui layanan call center 123 atau kantor PLN terdekat.

"PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik," tutur Nugraha.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menginventarisasi data kerusakan akibat banjir bandang di selatan Kabupaten Garut. Hingga Senin (12/10/2020) pukul 10.00 WIB, BPDB mencatat ratusan rumah terendam dan tiga unit jembatan terdampak banjir bandang dari tiga kecamatan yang terdampak. Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong dan Cikelet.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu merinci, 110 unit terendam genangan dengan tinggi muka air (TMA) 50-80 sentimeter dan satu unit jembatan turut terdampak di Kecamatan Cibalong.

Di Kecamatan Pameungpeuk petugas masih melakukan pendataan dengan TMA 100-150 sentimeter dan dua unit jembatan terdampak. Sedangkan di Kecamatan Cikelet yang terdata hanya akses jalan saja yang tergenang. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang yang terjadi pada Senin (12/10) pukul 04.00 dini hari tersebut.

Budi menjelaskan situasi terkini di lokasi kejadian masih tergenang air. Sementara itu, warga yang terdampak dievakuasi ke kantor kecamatan, koramil, polsek dan tempat yang aman lainnya.

(yum/bbn)